Sasaran Non Fisik, Satgas TMMD 129 Kodim Belu Gandeng BPBD Malaka Gelar Penyuluhan Mitigasi Bencana Alam

KODIM 1605/BELU l Beritakilat.id – Satgas TMMD ke-129 Kodim 1605/Belu bekerja sama dengan Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malaka memberikan sosialisasi dan penyuluhan Penanggulangan Bencana Alam kepada masyarakat Desa Naas dan Desa Maktihan, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, Rabu (29/7/2026).

Kegiatan penyuluhan ini merupakan bagian dari agenda sasaran non-fisik program TMMD Ke-129 Kodim 1605/Belu di wilayah Kabupaten Malaka yang bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan warga pedesaan dalam menghadapi potensi bencana alam tahunan seperti banjir luapan sungai Benenain dan angin puting beliung.

Dalam materi yang disampaikan oleh Maria Serafina Lirik Seran, S.E, M. AP selaku Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Malaka, warga diberikan pemahaman mengenai dampak bencana alam yang ditimbulkan, pemetaan potensi bencana lokal hingga penanggulangan bencana meliputi sebelum bencana, saat bencana dan sesudah bencana.

Ia menegaskan bahwa peran masyarakat sangat penting dalam mengurangi resiko bencana, hal itu dapat dilakukan melalui menjaga lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, menanam pohon, mengikuti pelatihan kebencanaan, membantu kelompok rentan, hingga gotong royong saat pemulihan.

Melalui sinergi antara TNI, BPBD, dan pemerintah daerah, diharapkan kesadaran mitigasi bencana di tingkat desa dapat terus meningkat sehingga tercipta masyarakat yang tangguh dan siap siaga menghadapi segala kemungkinan bencana alam di wilayah Kabupaten Malaka.

Masyarakat menyambut positif kegiatan ini. Selain memaparkan materi, Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malaka juga membuka sesi pertanyaan serta dialog interaktif untuk mendengarkan aspirasi dan kendala yang dihadapi warga di lapangan.

Dansatgas TMMD 129 Kodim 1605/Belu Letkol Arh Ariestyo Ardyanto, S.I.P.,M.H.I menyampaikan bahwa pembangunan kawasan pedesaan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, melainkan juga pengembangan kesadaran serta wawasan masyarakat melalui program non fisik pada pelaksanaan program TMMD ini.

“Kabupaten Malaka ini berada di kawasan rawan bencana, melalui penyuluhan ini, kami ingin membekali warga dengan pengetahuan dasar mengenai mitigasi bencana, apa yang harus dilakukan sebelum, saat terjadi, dan sesudah bencana. Kesiapsiagaan warga adalah kunci utama meminimalisir risiko serta korban jiwa,” tegas Dansatgas TMMD Letkol Arh Ariestyo Ardyanto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *