BOJONEGORO l Beritakilat.id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan masyarakat terhadap bencana melalui Program Pembentukan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) Tahun 2026. Program ini akan menjangkau 45 desa yang tersebar di lima kecamatan sebagai upaya membangun kesiapsiagaan masyarakat dari tingkat desa.
Pelaksanaan program dijadwalkan berlangsung mulai 22 Juni hingga 21 Agustus 2026. Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengenali potensi ancaman bencana, melakukan mitigasi, serta mampu bertindak cepat dan tepat saat menghadapi situasi darurat.
Berdasarkan Surat Sekretariat Daerah Kabupaten Bojonegoro Nomor 360/1283/412.307/2026 tertanggal 8 Juni 2026, program DESTANA akan dilaksanakan di 45 desa yang berada di Kecamatan Kepohbaru, Sugihwaras, Padangan, Ngraho, dan Kedungadem.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan program di sejumlah desa. Pembukaan pertama dilaksanakan di Balai Desa Sidomukti, Kecamatan Kepohbaru, pada 22 Juni 2026. Selanjutnya kegiatan berlangsung di Balai Desa Woro pada 29 Juni, Balai Desa Pohwates pada 6 Juli, dan ditutup di Balai Desa Kepohkidul, Kecamatan Kedungadem, pada 10 Agustus 2026.
Dalam pelaksanaannya, BPBD melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan di tingkat desa. Para camat diminta mengoordinasikan kepala desa untuk menghadirkan peserta yang terdiri dari perangkat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Tim Penggerak PKK, guru, bidan desa, kader kesehatan, serta tokoh masyarakat. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu memperkuat sistem penanggulangan bencana berbasis masyarakat.
Selama program berlangsung, peserta akan mendapatkan pembekalan terkait pembentukan kelembagaan Desa Tangguh Bencana, penyusunan rencana penanggulangan bencana desa, pemetaan risiko, peningkatan kapasitas relawan, hingga penguatan peran masyarakat dalam mitigasi dan respons kebencanaan.
Kepala BPBD Bojonegoro menegaskan bahwa keberhasilan penanggulangan bencana tidak hanya bergantung pada kesiapan pemerintah, tetapi juga pada kemampuan masyarakat dalam mengenali dan mengelola risiko di lingkungan masing-masing.
Melalui Program DESTANA 2026, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro tidak hanya menargetkan terbentuknya desa yang memiliki dokumen perencanaan kebencanaan, tetapi juga mendorong tumbuhnya budaya gotong royong, kepedulian, dan kesiapsiagaan di tengah masyarakat. Dengan demikian, setiap desa diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam mengurangi risiko bencana dan mempercepat pemulihan ketika bencana terjadi.
Program ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam mewujudkan desa-desa yang tangguh, aman, dan siap menghadapi berbagai tantangan kebencanaan di masa mendatang.
