BOJONEGORO I Beritakilat.id – Rasa syukur dan kebahagiaan menyelimuti kepulangan jamaah haji asal Kabupaten Bojonegoro setelah menuntaskan rangkaian ibadah di Tanah Suci. Momen penuh haru itu terlihat saat para jamaah tiba secara bertahap di Bojonegoro pada 8 hingga 12 Juni 2026.
Sejak pagi, keluarga dan kerabat telah memadati kawasan Jalan P. Mas Tumapel untuk menyambut orang-orang tercinta yang kembali dari perjalanan spiritual. Dengan penuh harap, mereka menanti kedatangan bus yang membawa para jamaah haji. Tatapan mata para penjemput tak lepas mengarah ke jalan, menunggu saat yang telah lama dinantikan.
Ketika bus mulai memasuki area kedatangan, suasana seketika berubah menjadi riuh oleh sorak gembira dan lambaian tangan. Banyak keluarga berusaha mengenali wajah anggota keluarganya dari balik kaca bus. Tangis haru pun pecah saat para jamaah turun dan kembali bertemu dengan keluarga setelah berpisah selama berminggu-minggu.
Di tengah suasana penuh emosional tersebut, tampak sejumlah jamaah membawa berbagai oleh-oleh khas Tanah Suci. Boneka unta dengan beragam ukuran menjadi salah satu buah tangan yang paling mencuri perhatian. Kehadirannya seolah menjadi simbol kebahagiaan dan kenangan dari perjalanan ibadah yang penuh makna.
Salah satu jamaah, Karsini, mengungkapkan rasa syukur karena dapat menunaikan seluruh rangkaian ibadah haji dan kembali ke tanah air dalam kondisi sehat. Ia mengaku masih teringat momen mengharukan saat pertama kali menyaksikan Ka’bah secara langsung.
“Alhamdulillah, saya sangat bahagia. Saat pertama kali melihat Ka’bah, rasanya campur aduk hingga meneteskan air mata. Semua ibadah berjalan lancar dan petugas sangat membantu. Sekarang kebahagiaan saya bertambah karena bisa kembali berkumpul dengan keluarga,” tuturnya.
Hal serupa disampaikan Sumidi. Menurutnya, perjalanan haji tahun ini menjadi pengalaman spiritual yang tidak akan pernah dilupakan. Meski harus menjalani ibadah di tengah cuaca yang cukup panas, semangat beribadah membuat semua terasa lebih ringan.
“Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Cuaca memang panas, tetapi karena niat ibadah, semuanya bisa dijalani dengan baik. Yang paling membahagiakan adalah saat tiba di Bojonegoro dan melihat anak cucu sudah menunggu. Rasanya lega dan penuh syukur,” ujarnya.
Kepulangan jamaah haji tahun ini tidak hanya menandai berakhirnya perjalanan ibadah di Tanah Suci, tetapi juga menjadi momen istimewa yang mempertemukan kembali keluarga dalam suasana penuh kebahagiaan. Tangis haru, pelukan hangat, dan senyum syukur yang menghiasi penyambutan di Jalan P. Mas Tumapel menjadi bukti bahwa perjalanan haji bukan sekadar perjalanan spiritual, melainkan juga perjalanan yang mempererat ikatan keluarga dan menghadirkan kenangan berharga sepanjang hayat.
