Pemkab Bojonegoro Bekali UMKM dan Ekraf dengan Strategi Pemasaran Digital Inovatif di BWBF 2026

Bojonegoro | Beritakilat.id – Dalam rangkaian kegiatan Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF), digelar Talkshow Inspiratif bertema “Strategi Pemasaran Digital Inovatif UMKM dan Ekonomi Kreatif” pada Kamis (18/6/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu berkembang dan naik kelas di era digital.

Talkshow menghadirkan Claudino Da Silva, Owner Dasilva, sebagai narasumber yang membagikan berbagai strategi pemasaran digital guna mendukung pengembangan UMKM dan pelaku ekonomi kreatif.

Dalam pemaparannya, Claudino menjelaskan bahwa masih banyak pelaku UMKM yang beranggapan cukup dengan mengunggah konten penjualan di media sosial, maka produk akan langsung diminati konsumen. Menurutnya, pola pikir tersebut perlu dilengkapi dengan strategi pemasaran yang lebih terencana dan berkelanjutan.

Ia menekankan pentingnya melakukan riset pasar dan membangun branding sebelum melakukan penjualan. Branding dapat dibangun melalui konten yang mampu menciptakan kepercayaan calon konsumen terhadap produk maupun usaha yang dijalankan.

“Mayoritas UMKM berpikir cukup posting jualan lalu produk akan laku. Padahal, sebaiknya diawali dengan riset dan branding, membuat konten yang membangun kepercayaan, kemudian baru melakukan penjualan,” jelasnya.

Selain itu, Claudino mengajak peserta untuk memahami target pasar secara lebih mendalam. Pelaku usaha perlu mengetahui siapa calon pembelinya, memahami daya beli konsumen, mengenali permasalahan yang mereka hadapi, serta mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan pasar.

Ia juga membagikan sejumlah strategi yang dapat diterapkan UMKM, di antaranya menciptakan produk yang memiliki nilai pembeda dibanding kompetitor, mengikuti perkembangan tren konten digital, mengedepankan storytelling dalam promosi, serta membangun personal branding sebagai pendiri usaha.

“Storytelling lebih penting daripada sekadar memberikan diskon. Personal branding founder juga perlu dibangun untuk meningkatkan kepercayaan konsumen,” ungkapnya.

Materi yang disampaikan mendapat sambutan antusias dari para peserta. Hal tersebut terlihat dari tingginya partisipasi peserta dalam sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif.

Salah satu peserta, Kusumawati, warga Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, menjadi penanya pertama. Ia mengajukan pertanyaan mengenai strategi pemasaran melalui media sosial yang efektif diterapkan dengan anggaran promosi yang terbatas.

Antusiasme peserta dalam mengikuti talkshow ini menunjukkan tingginya semangat pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas di bidang pemasaran digital. Melalui kegiatan ini, BWBF tidak hanya menjadi ajang promosi produk lokal, tetapi juga wadah peningkatan kompetensi pelaku usaha agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi serta tren pemasaran digital yang terus berkembang.

Penulis: Heri SEditor: Sella

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *