Hari Pertama BWBF 2026 Meriah, Batik dan UMKM Lokal Jadi Buruan Pengunjung

Bojonegoro | Beritakilat.id – Deretan kain batik berwarna-warni tergantung rapi di setiap stan. Sesekali tangan pengunjung meraba tekstur kain, mengamati detail motif, lalu terlibat dalam percakapan hangat dengan para perajin. Suasana itulah yang mewarnai hari pertama Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026 di Alun-Alun Bojonegoro, Rabu (17/6/2026).

Tak sekadar menjadi ajang berbelanja, BWBF hadir sebagai ruang pertemuan antara tradisi dan gaya hidup masa kini. Mulai dari keluarga, anak muda, hingga pecinta batik tampak antusias menyusuri satu per satu stan yang menampilkan beragam motif khas dari berbagai daerah.

Di sejumlah stan, pengunjung terlihat sibuk memilih kemeja, kain, hingga aksesori batik dengan motif yang unik dan menarik. Senyum para pelaku UMKM dan perajin terus mengembang setiap kali transaksi terjadi. Interaksi hangat antara penjual dan pembeli menjadi bukti bahwa batik bukan sekadar lembaran kain, melainkan warisan budaya yang sarat makna dan identitas.

Tingginya antusiasme masyarakat pada hari pertama menjadi angin segar bagi para perajin dan pelaku ekonomi kreatif. Momentum ini sekaligus menunjukkan bahwa batik masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat, bahkan di tengah derasnya perkembangan tren fesyen modern.

Mengusung tema “Wastrane Bojonegoro Membumi lan Ngamboro ing Bawono”, festival yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro ini menghadirkan beragam kegiatan menarik. Mulai dari pameran batik dan aksesori, talkshow, fashion show, berbagai perlombaan, hingga hiburan musik yang akan berlangsung selama empat hari.

Salah satu pengunjung, Awwaliya, mengaku datang ke BWBF tidak hanya untuk membeli pakaian batik. Menurutnya, mengenakan karya perajin lokal menghadirkan kebanggaan tersendiri.

“Di setiap goresan motif batik tersimpan warisan budaya yang terus dijaga agar tetap membumi dan dikenal lebih luas,” ungkapnya.

Hari pertama BWBF berlangsung semarak. Seremoni pembukaan digelar di panggung utama Alun-Alun Bojonegoro dan disambut antusias masyarakat. Pada penyelenggaraan tahun ini, terdapat 69 stan di dalam area tenda pameran yang diisi oleh perajin batik, pelaku ekonomi kreatif, serta berbagai produk unggulan daerah. Selain itu, terdapat 39 stan UMKM di area luar tenda, sehingga total 108 stan turut meramaikan festival yang akan berlangsung hingga 20 Juni 2026.

BWBF 2026 diharapkan tidak hanya menjadi sarana promosi batik dan produk lokal, tetapi juga memperkuat kebanggaan masyarakat terhadap warisan budaya daerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Kabupaten Bojonegoro.

Penulis: HS/Red*Editor: Sella

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *