BOJONEGORO l Beritakilat.id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memperkuat strategi pengelolaan sumber daya air sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi keterbatasan air pada Masa Tanam (MT) III Tahun 2026. Langkah tersebut ditempuh melalui Rapat Koordinasi Forum Pengelolaan Sumber Daya Air yang digelar di Ruang Angling Dharma, Kamis (25/6).
Rapat dipimpin langsung Bupati Setyo Wahono bersama Wakil Bupati Nurul Azizah, serta dihadiri jajaran perangkat daerah, pengelola irigasi, dan para pemangku kepentingan di bidang pertanian dan sumber daya air.
Koordinasi lintas sektor ini menjadi langkah strategis untuk menyusun upaya bersama dalam menjaga ketersediaan air selama musim kemarau. Pasalnya, memasuki MT III, debit air di sejumlah wilayah Bojonegoro cenderung menurun sehingga diperlukan pengelolaan yang lebih terintegrasi agar tidak mengganggu aktivitas pertanian.
Dalam arahannya, Bupati Setyo Wahono menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan air tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan infrastruktur, tetapi juga oleh kuatnya komunikasi dan koordinasi antarpemangku kepentingan.
“Forum ini sangat penting sebagai wadah menyamakan persepsi dan menyusun langkah bersama. Sinkronisasi yang baik akan membantu kita menemukan solusi terbaik agar kebutuhan air masyarakat, khususnya petani, tetap terpenuhi,” ujar Setyo Wahono.
Bupati juga meminta para camat di wilayah yang memiliki jaringan irigasi berperan aktif menjembatani komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, camat memiliki posisi strategis untuk memastikan setiap persoalan distribusi air dapat segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti.
“Peran camat sangat penting untuk memastikan komunikasi dengan masyarakat berjalan baik. Saya berharap forum ini tidak hanya memperkuat koordinasi, tetapi juga menghasilkan langkah-langkah konkret dalam mengantisipasi keterbatasan air selama MT III,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Nurul Azizah menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk terus mengedepankan kolaborasi dalam pengelolaan sumber daya air. Sinergi antara pemerintah, pengelola irigasi, dan masyarakat dinilai menjadi kunci menjaga ketahanan sektor pertanian di tengah tantangan musim kemarau.
Melalui penguatan koordinasi dan penyamaan langkah seluruh pihak, Pemkab Bojonegoro optimistis potensi kekurangan air pada Masa Tanam III Tahun 2026 dapat diminimalkan. Dengan demikian, produktivitas pertanian tetap terjaga dan kebutuhan air petani dapat terpenuhi secara optimal.
