BOJONEGORO l Beritakilat.id – Komitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan, pembinaan, dan pendampingan jamaah haji dan umrah di Kabupaten Bojonegoro semakin diperkuat dengan dikukuhkannya Pengurus Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (FK KBIHU) Kabupaten Bojonegoro di Hotel Dewarna, Jalan Veteran, Bojonegoro. Kamis (16/7/2026).
Pengukuhan dilakukan oleh Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Perkumpulan Forum Komunikasi (PFK) KBIHU Jawa Timur dan menjadi tonggak penting bersatunya seluruh KBIHU di Kabupaten Bojonegoro dalam satu wadah komunikasi, koordinasi, dan sinergi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua dan Sekretaris DPW PFK KBIHU Jawa Timur, Bupati Bojonegoro H. Setyo Wahono, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bojonegoro, Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Bojonegoro, serta seluruh pengurus dan pimpinan KBIHU se-Kabupaten Bojonegoro.
Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro H. Setyo Wahono menegaskan bahwa pengukuhan Forum Komunikasi KBIHU bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan memiliki nilai strategis dalam memperkuat tata kelola pelayanan ibadah haji dan umrah yang profesional, berkualitas, dan berorientasi pada kepuasan jamaah.
Menurutnya, forum ini memiliki tiga makna penting.
Pertama, makna kelembagaan, yakni menjadi wadah silaturahmi dan koordinasi bagi seluruh KBIHU di Kabupaten Bojonegoro agar memiliki visi, arah, dan langkah yang sama dalam memberikan bimbingan kepada jamaah. Forum juga menjadi mitra resmi pemerintah dalam berkoordinasi dengan Kementerian Haji dan Umrah, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, serta para petugas penyelenggara ibadah haji sehingga pelayanan kepada jamaah dapat berjalan lebih efektif.
Selain itu, forum diharapkan mampu menyusun standar pembinaan yang seragam, mulai dari materi manasik, metode pembelajaran, hingga etika para pembimbing sehingga kualitas pelayanan seluruh KBIHU semakin meningkat.
Kedua, makna keagamaan, yaitu memastikan setiap jamaah memperoleh pembinaan yang benar sesuai Al-Qur’an, As-Sunnah, dan ketentuan syariat. KBIHU memiliki tanggung jawab mendampingi jamaah sejak manasik hingga kembali ke tanah air agar mampu melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji dengan baik dan meraih predikat haji yang mabrur.
Ketiga, makna sosial kemasyarakatan, yakni menjadikan forum sebagai pusat informasi, komunikasi, dan edukasi bagi masyarakat mengenai penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. Forum juga diharapkan mampu mendorong berbagai program pemberdayaan bagi jamaah serta menjadi simbol komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan haji yang semakin tertib, transparan, dan berkualitas.
Dengan terbentuknya Forum Komunikasi KBIHU Kabupaten Bojonegoro, diharapkan seluruh KBIHU tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling bersinergi dalam meningkatkan kualitas pembinaan jamaah. Pembinaan akan lebih terstruktur, terjadwal, dan berkesinambungan sehingga mampu mewujudkan jamaah haji Bojonegoro yang mandiri, sehat, serta memperoleh kemabruran dalam menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Sementara itu, Ketua Panitia Pengukuhan, Drs. H. Sholikin Jamik, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir dan memberikan dukungan atas suksesnya pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang telah meluangkan waktu untuk hadir. Kami juga memohon maaf apabila dalam penyelenggaraan kegiatan ini masih terdapat kekurangan. Semoga Forum Komunikasi KBIHU Kabupaten Bojonegoro dapat menjadi rumah besar bagi seluruh KBIHU dalam memperkuat persatuan, meningkatkan profesionalisme, dan memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah haji dan umrah,” tuturnya.
