Proses pembangunan embung di Desa Sumbergede, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro.
Bojonegoro | beritakilat.id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) terus memperkuat infrastruktur sumber daya air sebagai langkah mitigasi kekeringan sekaligus menjaga keberlanjutan sektor pertanian pada Musim Tanam III (MT III). Upaya tersebut dilakukan melalui pembangunan dan normalisasi embung, rehabilitasi waduk, normalisasi sungai serta saluran pembuang (afvoer), hingga pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi di berbagai wilayah.
Langkah ini bertujuan memastikan ketersediaan air irigasi tetap terjaga selama musim kemarau, mengurangi kehilangan air di sepanjang jaringan irigasi, serta mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Bojonegoro.
Kepala Dinas PU SDA Kabupaten Bojonegoro, Retno Wulandari, mengatakan seluruh program tersebut disusun berdasarkan pemetaan wilayah yang membutuhkan penanganan prioritas, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat, khususnya petani.

“Musim Tanam III merupakan periode yang sangat penting bagi petani. Karena itu, kami terus mengoptimalkan kapasitas tampungan air melalui pembangunan dan normalisasi embung maupun waduk, sehingga distribusi air irigasi dapat menjangkau hingga ke hilir. Harapannya, risiko gagal panen dapat ditekan dan ketahanan pangan tetap terjaga,”ujarnya.
Sebagai bagian dari strategi pengelolaan sumber daya air, Dinas PU SDA melaksanakan tiga program utama, yakni optimalisasi tampungan air, normalisasi sungai dan saluran pembuang, serta pengembangan jaringan irigasi.
Pada sektor optimalisasi tampungan air, Dinas PU SDA telah menyelesaikan normalisasi Embung Sambongrejo di Kecamatan Sumberrejo dan Embung Pojok di Kecamatan Purwosari. Saat ini juga berlangsung pembangunan embung baru di Desa Sumberagung, Kecamatan Dander, pembangunan embung di Desa Woro serta normalisasi Embung Sumbergede di Kecamatan Kepohbaru.
Selain itu, pemerintah juga merencanakan pembangunan Waduk Pasinan di Kecamatan Baureno, Waduk Watang di Kecamatan Tambakrejo, serta rehabilitasi Waduk Rowoglandang di Kecamatan Tambakrejo.
Pada normalisasi sungai dan saluran pembuang (afvoer), pekerjaan telah dilaksanakan di Desa Gondang dan Desa Senganten, Kecamatan Gondang, serta Desa Duyungan, Kecamatan Sukosewu. Sementara itu, proses normalisasi masih berlangsung di Kali Gandong, Desa Ngrejeng, Kecamatan Purwosari, serta saluran afvoer di Desa Kayulemah (Kecamatan Sumberrejo), Desa Sidomulyo (Kecamatan Kedungadem), dan Desa Tinumpuk (Kecamatan Purwosari).
Di bidang pengembangan jaringan irigasi, Dinas PU SDA juga membangun saluran dan jaringan irigasi baru di sejumlah kecamatan, di antaranya Padangan, Ngraho, Kasiman, Kedewan, Bojonegoro, Gondang, Sekar, Sumberrejo, Balen, Dander, Trucuk, Kalitidu, Kanor, Kedungadem, dan Baureno.
Selain pembangunan jaringan baru, rehabilitasi saluran irigasi juga dilakukan di Kecamatan Dander, Padangan, Trucuk, Tambakrejo, Kedewan, Bubulan, dan Ngraho guna meningkatkan efisiensi distribusi air serta mengurangi kehilangan air akibat sedimentasi maupun kerusakan saluran.
Retno berharap berbagai upaya tersebut mampu memperkuat sistem irigasi di Kabupaten Bojonegoro sehingga kebutuhan air pertanian tetap terpenuhi selama musim kemarau.
“Melalui pembangunan dan normalisasi embung, rehabilitasi waduk, pembersihan sungai serta saluran afvoer, hingga pengembangan jaringan irigasi, kami berharap distribusi air irigasi semakin lancar sehingga produktivitas pertanian masyarakat dapat terus terjaga,” pungkasnya.
