Bojonegoro | beritakilat.id – Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menegaskan bahwa harmoni dalam keberagaman harus diwujudkan melalui pemerataan pembangunan dan pelayanan publik yang dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Komitmen tersebut terus menjadi fokus Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam mewujudkan kesejahteraan yang inklusif.
Hal itu disampaikan saat menghadiri Sosialisasi Toleransi dan Keberagaman bertema “Merawat Harmoni dalam Keberagaman melalui Penyelenggaraan Kehidupan Bermasyarakat” di Hotel MCM Bojonegoro, Sabtu (11/7/2026).

“Semangat kebersamaan harus diwujudkan melalui kerja nyata. Seluruh program pembangunan diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara merata,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati memaparkan sejumlah program prioritas Pemerintah Kabupaten Bojonegoro di berbagai sektor sebagai wujud pemerataan pembangunan.
Di bidang kesehatan, Pemkab Bojonegoro menargetkan pembangunan rumah sakit jiwa pada tahun ini, memperkuat layanan melalui panti lansia, serta meningkatkan fasilitas di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo dengan menghadirkan layanan kemoterapi, terapi sel punca (stem cell), pusat layanan jantung terpadu, hingga fasilitas Digital Subtraction Angiography (DSA).
Pada sektor pendidikan, pemerintah daerah terus berupaya menekan angka anak tidak sekolah yang saat ini masih sekitar 5.610 anak. Tahun ini, ditargetkan sedikitnya 50 persen dari jumlah tersebut dapat kembali mengakses layanan pendidikan.

Upaya percepatan penurunan stunting juga menjadi salah satu prioritas pembangunan. Saat ini prevalensi stunting di Kabupaten Bojonegoro berada pada kisaran 12 persen dan terus ditekan melalui berbagai program lintas sektor.
Sementara itu, di sektor pertanian, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memperkuat dukungan kepada petani dengan fokus pada empat aspek utama, yakni ketersediaan air, pupuk, stabilitas harga pascapanen, serta penyediaan benih dan pengendalian hama. Penanganan kekeringan juga terus dilakukan melalui pembangunan sarana air, termasuk pemanfaatan energi surya untuk mendukung sistem irigasi pertanian.
Selain itu, pemerintah daerah terus mengoptimalkan berbagai program pengentasan kemiskinan. Saat ini angka kemiskinan di Kabupaten Bojonegoro berada pada kisaran 11,69 persen atau sekitar 53 ribu kepala keluarga. Berbagai program pemberdayaan masyarakat terus diperkuat guna meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi warga.
Sementara itu, Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur, Freddy Poernomo, menegaskan bahwa keberagaman merupakan kekuatan bangsa yang harus terus dirawat. Menurutnya, perbedaan suku, agama, pilihan politik, maupun latar belakang sosial merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang tidak boleh menjadi pemicu perpecahan.
“Setelah perbedaan pilihan dalam pesta demokrasi selesai, saatnya kita kembali bergandengan tangan membangun daerah. Jangan terus mempertajam perbedaan, tetapi mari bersama-sama menatap masa depan bangsa yang lebih maju,” ujarnya.
Freddy juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan perkembangan teknologi informasi secara bijak, memperkuat budaya saling menghormati, menjaga persaudaraan, serta menghindari sikap yang dapat memicu perpecahan di tengah masyarakat.
