Bojonegoro | beritakilat.id – Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menghadiri Pelatihan Pemetaan Risiko Bencana yang diselenggarakan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bojonegoro bekerja sama dengan Australian Red Cross di Aula UDD PMI Kabupaten Bojonegoro, Minggu (12/7/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat sistem kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana berbasis masyarakat di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati berharap anggota Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) yang mengikuti pelatihan mampu mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh untuk mendukung upaya mitigasi bencana, khususnya di tingkat desa.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko dan dampak bencana sehingga kesiapsiagaan dapat dibangun sejak dini.
“Saya menyambut baik pelatihan ini dan Program SIAP SIAGA. Ini merupakan langkah strategis untuk membantu mengoptimalkan upaya pemerintah dalam mengantisipasi terjadinya bencana sekaligus mengurangi risiko dan dampak yang ditimbulkan,” katanya.
Nurul Azizah menambahkan, kewaspadaan, kesiapsiagaan, dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat merupakan fondasi utama dalam membangun ketangguhan daerah menghadapi berbagai potensi bencana.
Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Bojonegoro, Ninik Susmiati, menjelaskan bahwa SIBAT merupakan bagian dari relawan PMI yang memiliki peran penting dalam upaya penanggulangan dan penanganan bencana di tingkat masyarakat.
“Semoga melalui pelatihan ini seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di tengah masyarakat, khususnya di Desa Sumbangtimun dan Desa Mulyorejo,” terangnya.
Melalui pelatihan ini, diharapkan kapasitas relawan dan masyarakat dalam melakukan identifikasi risiko, menyusun langkah mitigasi, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di kawasan DAS Bengawan Solo semakin kuat.
