BOJONEGORO | Beritakilat.id – Semangat kebersamaan dan budaya gotong royong kembali digaungkan di Kabupaten Bojonegoro melalui Puncak Peringatan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat XXIII yang dirangkaikan dengan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 serta Aktualisasi BBGRM Provinsi Jawa Timur Tahun 2026.
Kegiatan yang digelar di Taman Pinggir Nggawan, Desa Pilanggede, Kecamatan Balen, Kamis (7/5/2026), berlangsung meriah dengan nuansa kebersamaan yang kental. Hadir dalam acara tersebut Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro, Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, jajaran Forkopimda, hingga perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Kedatangan para tamu disambut hangat melalui penampilan barisan Linmas, seni hadrah, dan tarian tradisional yang semakin menyemarakkan suasana.
Sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan sekaligus penguatan ketahanan pangan masyarakat, kegiatan diawali dengan penanaman berbagai tanaman hortikultura seperti cabai keriting, cabai rawit, sawi, brokoli, terong, hingga pohon kelengkeng. Selain itu, dilakukan pula tebar benih ikan di area sekitar lokasi kegiatan.
Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk meluncurkan pengembangan Program Gayatri sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Bojonegoro.
Tak hanya berfokus pada seremoni, kegiatan BBGRM tahun ini juga diwarnai aksi sosial berupa santunan anak yatim serta penyerahan bantuan alat kesehatan, paket sembako, dan sarana produksi pertanian maupun perikanan bagi masyarakat.
Mengusung tema “Perkuat Semangat Gotong Royong Kita Kembangkan Kemandirian Desa Menuju Pembangunan Jawa Timur Sebagai Gerbang Baru Nusantara”, kegiatan ini menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menjaga budaya gotong royong agar tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.
Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menegaskan bahwa gotong royong merupakan fondasi utama dalam membangun desa yang mandiri dan masyarakat yang kuat.
> “Budaya gotong royong adalah warisan leluhur yang harus terus dijaga. Kita sedang menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045, dan itu hanya bisa dicapai dengan fondasi sosial yang kuat,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran camat dan kepala desa sebagai ujung tombak dalam menjaga solidaritas, kebersamaan, serta semangat saling membantu di tengah masyarakat.
Puncak acara ditandai dengan pemukulan kentongan atau oklik secara bersama-sama sebagai simbol persatuan dan kesiapsiagaan masyarakat Bojonegoro dalam mendukung pembangunan daerah.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap semangat gotong royong tidak hanya menjadi tradisi seremonial semata, tetapi benar-benar tumbuh dan mengakar dalam kehidupan sehari-hari masyarakat demi terciptanya desa yang mandiri, harmonis, dan sejahtera.
