BOJONEGORO l Beritakilat.id – Dugaan pembebanan denda dalam jumlah tinggi di KSP Delta Pratama, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, menjadi sorotan setelah muncul keluhan dari salah satu nasabah.

Seorang nasabah asal Kepohbaru mengaku mengalami lonjakan kewajiban pembayaran yang signifikan akibat akumulasi denda. Ia menyebut, pinjaman awal sebesar Rp15 juta meningkat hingga mendekati Rp30 juta saat akan dilunasi.
“Nilainya terasa memberatkan. Saat mencoba mencari solusi, prosesnya juga tidak mudah,” ujarnya.
Menindaklanjuti keluhan tersebut, sejumlah awak media mencoba melakukan konfirmasi langsung ke kantor KSP Delta Pratama. Namun, upaya tersebut belum membuahkan penjelasan resmi dari pihak manajemen. Petugas yang ditemui menyampaikan bahwa pimpinan sedang tidak berada di tempat.
“Pimpinan sedang di luar kantor,” ujar seorang petugas singkat.
Saat dimintai kontak yang dapat dihubungi, petugas memberikan nomor yang disebut sebagai perwakilan internal. Namun, ketika dihubungi, penerima justru menyatakan sudah tidak lagi bekerja di koperasi tersebut.
“Mohon langsung ke kantor saja, saya sudah tidak bekerja di sana,” ujarnya.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan terkait alur komunikasi internal dan keterbukaan informasi kepada publik. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi yang dapat menjelaskan mekanisme perhitungan denda maupun detail kebijakan yang diterapkan kepada nasabah.
Secara prinsip, koperasi simpan pinjam diharapkan menjalankan asas transparansi dan akuntabilitas, termasuk dalam penetapan bunga, denda, dan biaya lainnya. Ketentuan tersebut merujuk pada pedoman yang ditetapkan oleh Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia.
Pengawasan terhadap koperasi sendiri berada di bawah dinas terkait di tingkat daerah. Dalam konteks ini, kejelasan informasi dinilai penting untuk mencegah potensi kesalahpahaman maupun kerugian yang lebih luas di masyarakat.
Sejumlah warga berharap adanya penjelasan terbuka dari pihak koperasi agar situasi tidak menimbulkan keresahan berkepanjangan.
“Harapannya ada kejelasan, supaya masyarakat juga merasa lebih tenang,” ujar seorang warga.
Hingga laporan ini disusun, pihak KSP Delta Pratama belum memberikan pernyataan resmi. Awak media menyatakan masih membuka ruang konfirmasi guna memperoleh penjelasan yang berimbang.
