PPNS dan Pemkab Bojonegoro Bersinergi Dorong UMKM Ledok Kulon Naik Kelas Berbasis Inovasi

BOJONEGORO l Beritakilat.id – Upaya memperkuat daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat. Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui kunjungan dan Focus Group Discussion (FGD) yang dilakukan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) di Kelurahan Ledok Kulon, Kecamatan Bojonegoro, Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan yang dipimpin oleh Ir. Ari Lendartono bersama dosen dan mahasiswa lintas jurusan tersebut bertujuan memetakan potensi unggulan daerah sekaligus menjajaki peluang kerja sama dalam pengembangan UMKM berbasis potensi lokal. Dalam kunjungan itu, rombongan meninjau sejumlah sektor unggulan, mulai dari sentra produksi arang bakar, industri Tahu Ledok yang telah melegenda, hingga Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang berpotensi dikembangkan melalui penerapan teknologi dan inovasi.

Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, menyambut baik keterlibatan perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan UMKM. Menurutnya, kehadiran akademisi di tengah masyarakat menjadi langkah strategis untuk menghadirkan solusi berbasis riset terhadap berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha.

“Kehadiran perguruan tinggi merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap perkembangan UMKM. Melalui forum seperti ini, pelaku usaha dapat menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi sehingga dapat dirumuskan solusi yang tepat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Cantika menjelaskan bahwa sejumlah persoalan masih menjadi tantangan bagi UMKM, di antaranya akses permodalan, kualitas kemasan produk, penguatan branding, pemasaran digital, hingga aspek legalitas dan standarisasi produk. Karena itu, sinergi antara pemerintah, dunia akademik, dan pelaku usaha dinilai penting untuk mendorong lahirnya inovasi yang mampu menjawab kebutuhan UMKM secara nyata.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, lanjutnya, terus berkomitmen melakukan pendampingan agar UMKM mampu berkembang dan naik kelas. Berbagai program kurasi produk juga dijalankan untuk meningkatkan kualitas produk lokal sehingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas, bahkan berpeluang menembus pasar nasional maupun internasional.

Dalam kesempatan tersebut, Cantika juga memberikan motivasi kepada para pelaku usaha agar terus meningkatkan kapasitas diri, terbuka terhadap perubahan, serta aktif membangun kolaborasi. Ia mencontohkan Tahu Ledok sebagai salah satu produk khas Bojonegoro yang telah dikenal masyarakat selama puluhan tahun dan kini pemasarannya menjangkau berbagai daerah seperti Tuban, Blora, hingga Gresik.

Sementara itu, Ari Lendartono menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen PPNS dalam menjalankan program pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, PPNS tidak hanya bergerak di bidang perkapalan, tetapi juga aktif mendukung pengembangan sektor lain, termasuk pengelolaan limbah, penguatan bisnis, dan pemberdayaan UMKM.

“Kami ingin melihat secara langsung potensi dan kebutuhan yang ada di Ledok Kulon. Hasil pemetaan dan diskusi ini akan menjadi dasar dalam menyusun program riset maupun pengabdian masyarakat yang dapat memberikan manfaat nyata bagi warga,” jelasnya.

Melalui forum diskusi tersebut, berbagai aspirasi, masukan, dan kebutuhan pelaku usaha berhasil dihimpun. Hasilnya diharapkan dapat melahirkan rekomendasi serta solusi aplikatif yang berkelanjutan guna memperkuat ekonomi masyarakat berbasis UMKM.

Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, PPNS, dan masyarakat ini menjadi langkah penting dalam menciptakan UMKM yang lebih inovatif, berdaya saing, dan mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *