SLEMAN l Beritakilat.id – Gerak Badan Pencak Margaluyu 151 memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-67 dengan menggelar rangkaian kegiatan di Padepokan Pusat Margaluyu 151, Umbulmartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Minggu (7/6/ 2026).
Peringatan Harlah kali ini berlangsung khidmat dan penuh semangat persaudaraan. Kegiatan diisi dengan prosesi pedadaran serta wisuda tingkat Dasar, R Buka, dan R Tutup yang diikuti peserta dari berbagai provinsi di Indonesia. Kehadiran para peserta dari berbagai daerah menjadi bukti kuatnya ikatan kekeluargaan dan eksistensi Margaluyu 151 di tengah masyarakat.
Momentum Harlah ke-67 tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antarwarga Margaluyu, tetapi juga sarana memperkuat komitmen dalam melestarikan ajaran, nilai-nilai luhur, serta filosofi yang diwariskan para pendahulu perguruan.
Dalam sambutannya, sesepuh Padepokan Pusat Margaluyu 151, Eyang Atok Triyudianta Marjaya, menegaskan bahwa ilmu yang dimiliki warga Margaluyu harus diwujudkan dalam perilaku dan pengabdian kepada sesama, bukan untuk menunjukkan kehebatan diri.
Menurutnya, ilmu yang diperoleh merupakan titipan dan karunia dari Allah SWT, sehingga penggunaannya harus senantiasa dilandasi niat baik, kerendahan hati, serta tanggung jawab moral.
“Ilmu Margaluyu tidak boleh dipamerkan, tetapi harus diamalkan. Karena ilmu ini datangnya dari Allah SWT,” tegas Eyang Atok Triyudianta Marjaya di hadapan peserta.
Pesan tersebut mendapat perhatian khusus dari para peserta sebagai pengingat bahwa hakikat menuntut ilmu bukanlah untuk mencari pujian atau pengakuan, melainkan untuk memberikan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama.
Melalui peringatan Harlah ke-67 ini, Gerak Badan Pencak Margaluyu 151 diharapkan terus berkembang, menjaga persatuan antar anggota, serta konsisten menanamkan nilai-nilai spiritual, kedisiplinan, dan pengabdian yang menjadi fondasi utama perguruan sejak didirikan puluhan tahun lalu.
Semangat kebersamaan yang tercermin dalam peringatan Harlah kali ini menjadi bukti bahwa Margaluyu 151 tidak hanya berperan sebagai wadah pembinaan ilmu pencak dan spiritual, tetapi juga sebagai keluarga besar yang terus menjaga warisan luhur untuk generasi mendatang.
