BOJONEGORO l Beritakilat.id – Suasana pagi yang biasanya tenang di bantaran Sungai Bengawan Solo mendadak berubah semarak, Minggu (3/5/2026). Ratusan pelari memadati kawasan Taman Pinggir Gawan (TPG), Desa Pilanggede, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, untuk mengikuti ajang Spekta Bumi Fun Run 2026.
Kegiatan yang diikuti sebanyak 182 peserta ini tidak hanya menarik warga lokal, tetapi juga pelari dari luar daerah yang ingin merasakan pengalaman berlari dengan latar alam pedesaan yang asri.
Acara secara resmi diberangkatkan oleh Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai cerminan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gaya hidup sehat.
“Olahraga seperti ini bukan hanya menjaga kebugaran, tetapi juga menjadi sarana efektif untuk melepas penat. Ini adalah bentuk refreshing yang sehat dan menyenangkan,” ujarnya.
Sejak garis start dibuka, suasana penuh energi langsung terasa. Para peserta tampak antusias menyusuri rute yang memadukan udara segar, panorama sungai, dan keindahan alam desa. Tak sedikit yang mengabadikan momen sepanjang lintasan, menjadikan kegiatan ini tak sekadar olahraga, tetapi juga pengalaman rekreatif.
Lebih dari itu, Wakil Bupati juga menyoroti keberhasilan Pemerintah Desa Pilanggede dalam mengelola aset desa. Taman Pinggir Gawan kini berkembang menjadi salah satu ikon wisata lokal yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Pengelolaan aset desa seperti ini bukan hanya soal wisata, tetapi juga tentang membangun rasa memiliki dan kecintaan masyarakat terhadap desanya,” tambahnya.
Spekta Bumi Fun Run 2026 merupakan bagian dari rangkaian Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat XXI 2026 (BBGRM), yang mengusung penguatan nilai gotong royong, pembangunan infrastruktur desa, serta pelestarian lingkungan.
Acara ini turut dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Bojonegoro, Forkopimcam Kecamatan Balen, serta perangkat Desa Pilanggede yang ikut memeriahkan jalannya kegiatan.
Dengan tingginya antusiasme peserta dan dukungan berbagai pihak, kegiatan ini tidak hanya sukses sebagai ajang olahraga, tetapi juga menjadi momentum penting dalam memperkuat kebersamaan serta mempromosikan potensi wisata berbasis alam di tingkat desa.
