Ragam  

Technical Meeting Unigoro Pencak Silat Competition 2026: Panitia Tegaskan Aturan Pertandingan dan Disiplin Peserta

BOJONEGORO l Beritakilat.id – Panitia Ungoro Pencak Silat Competition Tahun 2026 menggelar Technical Meeting sebagai bentuk pemantapan seluruh peraturan yang akan diterapkan selama kejuaraan berlangsung. Kegiatan ini diikuti oleh official, pelatih, manajer kontingen, serta perwakilan perguruan pencak silat untuk menyamakan pemahaman mengenai sistem pertandingan dan tata tertib yang wajib dipatuhi.

Dalam pemaparannya, panitia menjelaskan bahwa seluruh pertandingan mengacu pada Peraturan Pertandingan Pencak Silat Tahun 2025 dengan menggunakan sistem Digital Scoring. Setiap pertandingan dipimpin oleh perangkat pertandingan resmi, dan wasit berhak memberikan dua kartu protes sesuai ketentuan yang berlaku.

Panitia juga menegaskan bahwa setiap kelas pertandingan hanya akan dilaksanakan apabila diikuti minimal dua peserta. Seluruh atlet diwajibkan melengkapi persyaratan administrasi yang telah ditetapkan sebelum bertanding.

Untuk durasi pertandingan, kategori Usia Dini 1 dan 2 berlangsung selama 1 menit waktu kotor dalam dua babak, sedangkan kategori Pra Remaja dan Remaja menggunakan durasi 1,5 menit waktu kotor dalam dua babak. Sementara itu, pertandingan akan dihentikan apabila terjadi Winning by Maximum Point (WMP) dengan selisih 20 poin.

Pengundian bagan pertandingan dilakukan secara acak saat Technical Meeting. Sebelum proses undian dimulai, official diminta memastikan data atlet yang didaftarkan telah sesuai.

Dalam hal perlengkapan, seluruh pesilat diwajibkan mengenakan seragam standar IPSI atau seragam perguruan. Adapun perlengkapan keselamatan seperti body protector, pelindung kemaluan (genital protector), serta pelindung tulang kering harus disediakan oleh masing-masing kontingen.

Penentuan Juara Umum akan didasarkan pada jumlah perolehan medali emas terbanyak. Apabila terjadi jumlah medali emas yang sama, penilaian akan dilanjutkan berdasarkan jumlah medali perak, kemudian medali perunggu, dan jika masih imbang akan ditentukan dari jumlah peserta terbanyak yang diikutsertakan oleh kontingen.

Panitia juga menekankan pentingnya menjaga sportivitas dan etika selama kejuaraan berlangsung. Keberatan terhadap hasil pertandingan hanya dapat diajukan sesuai mekanisme yang berlaku serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai luhur pencak silat.

“Selain itu, peserta, official, pelatih, manajer, aparat pertandingan, hingga suporter dilarang membawa senjata tajam, senjata api, bahan peledak, maupun membuat keributan yang dapat mengganggu jalannya pertandingan. Tindakan kasar, baik secara lisan maupun fisik terhadap wasit, juri, panitia, official maupun pesilat lain, akan dikenai sanksi tegas, termasuk penghentian pertandingan hingga diskualifikasi,” Pungkas Drs. H Endro Setyo Widodo ketua IPSI.

Sebagai penutup, panitia menyampaikan bahwa arena pertandingan akan dijaga tetap steril setelah setiap sesi selesai. Apabila terjadi cedera saat pertandingan, seluruh risiko menjadi tanggung jawab kontingen masing-masing, sedangkan panitia hanya membantu proses rujukan ke fasilitas kesehatan dan tidak bertanggung jawab atas tuntutan maupun biaya yang timbul akibat cedera tersebut.

Dengan adanya Technical Meeting ini, diharapkan seluruh peserta dan official memahami seluruh regulasi sehingga Ungoro Pencak Silat Competition 2026 dapat berlangsung tertib, aman, sportif, dan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan dalam olahraga pencak silat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *