Drainase Sumodikaran Jadi Sorotan, Warga Duga Pekerjaan Tak Maksimal, Volume dan K3 Diminta Diperiksa

IMG 20261010 WA0200

BOJONEGORO | Beritakilat.id — Proyek pembangunan drainase di kawasan Jalan Raya Tempuran, Desa Sumodikaran, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, menuai sorotan. Kondisi fisik saluran yang terekam dalam dokumentasi lapangan pada Kamis (8/10/2026) memunculkan sejumlah pertanyaan, mulai dari kesesuaian volume pekerjaan, kedalaman dan ketebalan lantai kerja, kualitas acian, hingga penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

IMG 20261010 WA0199

Sorotan ini bukan semata-mata mengenai tampilan bangunan. Kesesuaian hasil pekerjaan dengan spesifikasi teknis, kualitas konstruksi, dan keselamatan pekerja menjadi aspek penting yang perlu dipastikan melalui pemeriksaan langsung di lapangan.

Sejumlah bagian saluran dalam dokumentasi terlihat masih dipenuhi tanah, kerikil, dan material sisa pekerjaan. Permukaan dinding di beberapa titik juga tampak tidak seragam.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan: apakah pekerjaan masih dalam tahap penyelesaian atau terdapat bagian yang memerlukan perbaikan agar sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan?

Seorang warga setempat berinisial TRM menyayangkan kondisi proyek drainase tersebut. Ia menilai pekerjaan yang terlihat di lapangan patut mendapat perhatian dan meminta pihak terkait melakukan pemeriksaan.

TRM juga menyoroti penggunaan alat pelindung diri (APD) oleh para pekerja yang dinilainya belum lengkap.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi membahayakan keselamatan pekerja apabila tidak diantisipasi dengan baik.

Sorotan warga ini perlu ditindaklanjuti melalui pengecekan langsung oleh instansi pemilik pekerjaan, pelaksana, dan konsultan pengawas. Dengan demikian, kondisi yang dipersoalkan dapat dijelaskan berdasarkan fakta dan hasil pemeriksaan, bukan sekadar dugaan.

Dugaan ketidaksesuaian Volume harus sibuktikan,
Salah satu persoalan yang perlu diperiksa adalah kesesuaian dimensi fisik drainase dengan gambar perencanaan dan dokumen kontrak.

Kedalaman galian, lebar saluran, ketebalan lantai kerja, serta volume material merupakan komponen yang harus sesuai dengan spesifikasi teknis.

Dokumentasi visual belum cukup untuk memastikan adanya pengurangan volume. Karena itu, diperlukan pengukuran langsung dengan membandingkan kondisi aktual di lapangan terhadap gambar kerja, Rencana Anggaran Biaya (RAB), spesifikasi teknis, dan dokumen kontrak.

Jika ditemukan ketidaksesuaian, pihak pelaksana perlu memberikan penjelasan teknis dan melakukan perbaikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Pembangunan infrastruktur tidak cukup hanya terlihat selesai. Kesesuaian volume dan mutu pekerjaan juga harus dapat dibuktikan melalui pemeriksaan yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.

Mutu acuan dan konstruksi dinding perlu dievaluasi
Selain volume pekerjaan, kualitas permukaan dinding drainase turut menjadi perhatian.

Dalam dokumentasi, sejumlah bagian terlihat memiliki tekstur kasar dan warna yang tidak merata. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai tahapan penyelesaian pekerjaan dan kualitas hasil finishing atau acian.

Meski demikian, tampilan permukaan saja tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa konstruksi tidak memenuhi standar. Perlu dipastikan apakah pekerjaan masih berlangsung atau sudah mencapai tahap akhir.

Pengawas teknis perlu memeriksa kualitas pasangan batu, mortar, lapisan acian, ketebalan konstruksi, serta kestabilan dinding sesuai spesifikasi.

Apabila ditemukan cacat atau ketidaksesuaian, pelaksana harus menindaklanjutinya berdasarkan hasil pemeriksaan dan arahan pengawas.

Pemeriksaan sejak dini penting agar saluran drainase dapat berfungsi dengan baik dan memiliki kualitas sesuai perencanaan.

Aspek keselamatan kerja juga tidak boleh luput dari perhatian.

Dalam dokumentasi lapangan, sejumlah pekerja terlihat beraktivitas di sekitar area galian dan konstruksi drainase. Perlengkapan pelindung diri tidak tampak dikenakan secara lengkap oleh sebagian pekerja yang terlihat.

Kondisi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi. Namun, dokumentasi yang tersedia belum cukup untuk menyimpulkan bahwa seluruh prosedur K3 di lokasi telah dilanggar.

Pelaksana proyek harus memastikan pekerja menggunakan APD sesuai risiko pekerjaan, termasuk helm keselamatan, sepatu keselamatan, sarung tangan, dan perlengkapan lain yang diperlukan.

Pengamanan area galian juga harus diperhatikan untuk mengurangi risiko kecelakaan terhadap pekerja maupun masyarakat di sekitar proyek.

Keselamatan pekerja bukan formalitas. Penerapan K3 harus menjadi bagian dari pelaksanaan proyek sejak pekerjaan dimulai hingga selesai.

Pengawasan proyek diminta lebih serius
Kondisi yang menjadi sorotan tersebut layak ditindaklanjuti melalui pemeriksaan menyeluruh oleh instansi pemilik pekerjaan bersama pelaksana dan konsultan pengawas.

Pemeriksaan seharusnya tidak berhenti pada laporan administrasi atau persentase progres pekerjaan. Kondisi fisik bangunan perlu dicocokkan dengan spesifikasi teknis, termasuk dimensi saluran, ketebalan lantai kerja, mutu material, kualitas pasangan dinding, dan penerapan K3.

Transparansi informasi mengenai nilai kontrak, sumber anggaran, volume pekerjaan, nama pelaksana, konsultan pengawas, serta masa pelaksanaan juga diperlukan agar masyarakat dapat mengetahui bagaimana proyek tersebut dilaksanakan.

Apabila ditemukan kekurangan, pihak terkait harus menjelaskan penyebabnya dan mengambil langkah perbaikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Hingga berita ini disusun, redaksi belum memperoleh hasil pengukuran teknis yang memastikan adanya kekurangan volume, ketidaksesuaian ketebalan lantai kerja, atau pelanggaran spesifikasi pada proyek drainase tersebut.

Informasi mengenai nilai proyek, nomor kontrak, nama pelaksana, dan tanggapan resmi instansi terkait juga masih perlu dikonfirmasi.

Karena itu, instansi pemilik pekerjaan, pelaksana proyek, serta konsultan pengawas diminta memberikan penjelasan secara terbuka berdasarkan data dan hasil pemeriksaan di lapangan.

Apakah pekerjaan sudah sesuai dengan gambar dan spesifikasi teknis? Berapa ketebalan lantai kerja yang dipersyaratkan? Bagaimana hasil pemeriksaan kualitas konstruksi? Dan apakah penggunaan APD serta pengamanan area kerja telah diterapkan sesuai ketentuan?

Pertanyaan tersebut perlu dijawab secara objektif agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas dan tidak terjadi kesimpangsiuran.

Jangan menunggu kerusakan muncul untuk memeriksa kualitas konstruksi. Jangan pula menunggu kecelakaan terjadi untuk mengevaluasi keselamatan kerja.

Pembangunan drainase harus menghasilkan infrastruktur yang berfungsi baik, memenuhi spesifikasi, dan mengutamakan keselamatan seluruh pekerja.

Redaksi Beritakilat.id membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi instansi terkait, pelaksana proyek, konsultan pengawas, maupun pihak lain yang berkepentingan demi menjaga keberimbangan pemberitaan dan memenuhi hak masyarakat atas informasi yang akurat.

Saran sebelum diterbitkan: Pastikan pernyataan TRM telah dikonfirmasi langsung kepada yang bersangkutan. Jika memungkinkan, mintalah tanggapan tertulis dari instansi pemilik proyek dan pelaksana agar berita lebih kuat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan secara jurnalistik.