BOJONEGORO | beritakilat.id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mendorong lahirnya wirausahawan muda yang tangguh, inovatif, dan adaptif. Komitmen itu disampaikan Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah saat membuka Bootcamp UMKM/Pemuda di Pendopo Malowopati, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan ini digelar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dinpora) dan diikuti 150 pemuda dari 24 kecamatan.
Dalam arahannya, Wabup Nurul Azizah menekankan pentingnya mental ‘petarung’ dalam menghadapi persaingan usaha. Generasi muda tidak boleh cepat puas atau terjebak zona nyaman.
“Dunia ke depan penuh tantangan. Ada dua pilihan, tetap di zona nyaman atau jadi petarung. Petarung mungkin jatuh, tapi akan bangkit dan tidak menyerah,” ujarnya.
Sektor usaha peserta sangat beragam. Mulai dari olahan pangan dan hasil pertanian, budidaya jamur tiram, pertanian modern, affiliator digital, jasa MC, hingga kerajinan tangan.
Wabup juga berpesan agar pemuda memegang prinsip yen ora obah, ora mamah. “Kesempatan seperti ini tidak datang dua kali. Manfaatkan ilmu dan jaringan dari narasumber. Ubah pola pikir dan tindakan untuk masa depan lebih baik,” katanya.
Kepala Dinpora Bojonegoro Arief Nanang Sugianto mengatakan, antusiasme pemuda tinggi. Dari 215 pendaftar, dipilih 150 peserta terbaik.
“Bootcamp ini bukan hanya teori. 100% berbasis praktikum langsung hingga menghasilkan produk siap bersaing,” ujarnya.
Pelatihan berlangsung 27 Agustus hingga 9 September 2026. Selama tiga hari intensif di tiap lokasi, peserta akan dibimbing 6 lembaga pelatihan profesional.
“Targetnya melahirkan wirausahawan baru dan menguatkan yang sudah punya usaha. Saat bisnis tumbuh, mereka bisa rekrut tenaga kerja lokal. Ini membantu menekan pengangguran dan mendorong usaha dari informal ke formal,” jelas Arief.
Pemkab memberi fasilitas pelatihan sebagai stimulus awal. Alumni sebelumnya juga membangun jejaring dan berkolaborasi mengembangkan usaha bersama setelah pelatihan.












