Melihat Keunikan Geosite Kedung Lantung, Sumber Rembesan Minyak Bumi di Sugihwaras-Bojonegoro

beritakilat151
DTu2AnyNi5YcjRnP

BOJONEGORO | beritakilat.id – Kabupaten Bojonegoro memiliki salah satu kekayaan alam unik, Geosite Kedung Lantung (G-05). Geosite ini berupa rembesan minyak bumi di aliran Sungai Borik, Dusun Nglantung, Desa Drenges, Kecamatan Sugihwaras.

Jaraknya sekitar 30 km dari pusat kota. Perjalanan ditempuh 1,5 jam melewati jalan berkelok, dilanjut jalan kaki sebentar untuk sampai ke lokasi yang masih asri.

Secara geologi, Kedung Lantung berada di Zona Kendeng. Aktivitas tektonik masa lampau membentuk rekahan pada batuan yang menjadi jalur rembesan minyak dari reservoir ke permukaan. Minyak muncul di sungai dan menciptakan efek warna pelangi akibat interferensi cahaya.

Secara budaya, rembesan ini sudah lama dimanfaatkan warga sebagai penerangan tradisional. Warga setempat menyebutnya “Lintung”.

Kedung Lantung disebut “saudara kandung” Geosite Kayangan Api yang jaraknya sekitar 35 km. Bedanya, jika Kedung Lantung berupa rembesan minyak, Kayangan Api adalah rembesan gas yang menyala di permukaan tanah.

Selain kekayaan alam, Desa Drenges juga punya komoditas unggulan jagung dan singkong. Hasilnya diolah menjadi Marning dan Balung Kuwuk, produk khas desa.

“Karena tanah dan iklimnya cocok, mayoritas hasil pertanian di sini jagung dan singkong. Makanya Marning dan Balung Kuwuk jadi produk asli kami,” kata Nabila, anggota Pokdarwis Kedung Lantung.

Keberadaan geosite ini diharapkan dapat terus dijaga melalui sektor pariwisata agar warisan alam dan budaya Bojonegoro tetap lestari untuk generasi mendatang.

Penulis: Hery SEditor: Sella

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *