BOJONEGORO l Beritakilat.id Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, resmi mengukuhkan pengurus baru Asosiasi Peternak Ayam Pedaging dan Petelur se-Kabupaten Bojonegoro untuk masa bakti 2026-2031. Acara pengukuhan dan penandatanganan berita acara tersebut berlangsung khidmat di Pendopo Angkling Darmo, Rabu (7/10/2026), dimulai pukul 12.30 WIB.
Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro, perwakilan Kapolres Bojonegoro, serta ratusan peternak yang terbagi dalam tiga klaster wilayah, yakni wilayah timur, tengah, dan barat.
Dalam sambutannya usai pengukuhan, Ketua Asosiasi Peternak Ayam Pedaging, Samsul Hadi, menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak atas terbentuknya paguyuban baru ini. Dengan rendah hati, ia memohon bimbingan kepada Wakil Bupati dan Kapolres Bojonegoro agar dunia peternakan di daerah ini dapat berjalan lancar dan tetap berada dalam koridor hukum yang berlaku.
Samsul juga memaparkan potensi besar sektor ini di Bojonegoro. Tercatat terdapat sekitar 200 peternak dengan populasi ayam mencapai 2,5 juta ekor. Sektor ini juga menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan yang menyerap 416 tenaga kerja tetap dan melibatkan 2.290 orang sebagai tenaga panen.
Hal senada disampaikan oleh Ketua Asosiasi Peternak Telur, Santoso. Putra asli Desa Bandung Sawit, Kecamatan Ngasem, ini menyampaikan apresiasi mendalam kepada Wakil Bupati, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan, serta OPD terkait lainnya. Meski harga pasar saat ini belum maksimal, Santoso menyatakan tetap optimistis menghadapi ke depannya. “Bojonegoro didukung sumber daya alam yang sangat mumpuni, terutama ketersediaan jagung sebagai pakan yang melimpah,” ujarnya.
Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, yang mewakili Bupati Setyo Wahono, menegaskan bahwa pengukuhan ini merupakan niat baik untuk menyejahterakan warga Bojonegoro yang berjumlah 1,2 juta jiwa.
“Kebutuhan daging ayam dan telur sangat berpotensi di sini. Apalagi, dengan adanya program Makanan Bergizi Gratis (MBG), peluang bagi pengembangan ayam pedaging semakin terbuka lebar,” ujar Nurul Azizah, yang merupakan asli putra Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander.
Memberikan perspektif keamanan dan ketertiban, Kasat Intelkam Polres Bojonegoro dalam paparannya menekankan pentingnya sinergi untuk menjaga ketentraman di wilayah Bojonegoro. Ia mengimbau para peternak untuk proaktif mencegah potensi keluhan masyarakat dengan cara mengurangi bau dan lalat melalui penjagaan kebersihan kandang dan lingkungan sekitar secara rutin.
Antusiasme juga terlihat dari salah satu peserta acara yang dengan penuh semangat berharap wadah asosiasi ini dapat menjadi jembatan komunikasi yang efektif dengan semua pihak apabila ada permasalahan, sekaligus mendorong transformasi menuju peternakan yang lebih modern dan berdaya saing.
(M3)












