Medhayoh Bupati di Tambakrejo: Dari Jalan Rusak, Beasiswa, Sampai Pupuk Dibahas Tuntas

IMG 20261002 WA0131(2)

BOJONEGORO l Beritakilat.id  – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kembali menggelar Medayoh Bupati, forum menyerap aspirasi warga secara langsung. Kali ini Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo menjadi lokasi srawung Bupati Setyo Wahono bersama warga, Kamis (1/10/2026).

Bupati tidak datang sendiri. Ia memboyong jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menjawab langsung keluhan warga di tempat.

Sejumlah persoalan krusial mengemuka, mulai dari jalan rusak, jembatan, pendidikan, bansos, hingga pertanian.

Fokus Infrastruktur: Rp4,8 Miliar Digelontor

Infrastruktur menjadi perhatian utama. Melalui P-APBD 2026, Pemkab mengalokasikan sekitar Rp4,8 miliar khusus untuk wilayah Napis dan sekitarnya.

Anggaran tersebut untuk:
– Rekonstruksi jalan ruas Desa Boti,
– Percepatan penanganan jalur Napis – Tawaran dan Napis – Watujago sepanjang 7 kilometer,
– Pembangunan jembatan darurat Koripan,
– Serta 25 titik kegiatan fisik lain meliputi jalan, jembatan, drainase, dan TPT.

Untuk mempercepat pembangunan di desa, Pemkab juga menyederhanakan penyaluran Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) 2026 menjadi satu kali tahap pencairan.

Beasiswa Diperluas, Siswa SMA Dapat Rp1 Juta

Di sektor pendidikan, Pemkab menegaskan komitmen memperluas akses beasiswa. Program yang disiapkan meliputi Beasiswa Prestasi, Program Satu Desa 10 Sarjana, beasiswa pondok pesantren, hingga bantuan tugas akhir Rp2,5 juta.

Melalui P-APBD 2026, Pemkab juga memberikan bantuan Rp1 juta per siswa untuk 2.937 pelajar SLTA/SMK dari keluarga kurang mampu desil 1-5 yang belum tersentuh KIP maupun bantuan provinsi.

Pemkab juga terus berkoordinasi dengan Cabang Dinas Pendidikan Jatim terkait tata kelola pembiayaan sekolah negeri dan swasta.

*Warga Curhat Soal Bansos Hingga Pupuk*

Dalam dialog, warga juga menyampaikan beragam aspirasi lain. Mulai dari kepastian insentif marbot dan takmir, percepatan BPDGS Madrasah, verifikasi penerima bansos sembako, usulan pengalihan santunan duka menjadi perlindungan BPJS Ketenagakerjaan untuk petani rentan, hingga keluhan pupuk dan pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Semua aspirasi dicatat untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan skala prioritas.

Usai dialog, Bupati Setyo Wahono melanjutkan kunjungan ke SMPN 1 Tambakrejo untuk melihat langsung bangunan sekolah yang rusak. Ia memastikan akan segera ditangani bersama Dinas Pendidikan agar kegiatan belajar lebih aman dan nyaman.

Kegiatan ditutup di kawasan Taman Embung Napis. Di perjalanan, Bupati beberapa kali berhenti dan berdialog informal dengan warga, bahkan menyerahkan bantuan secara simbolis kepada warga yang membutuhkan.

“Medayoh ini cara kami memastikan pemerintah hadir, mendengar, dan bekerja untuk rakyat. Aspirasi warga adalah bahan utama pembangunan,” tegas Wahono.