Dua Kelompok Peternak Bojonegoro Terpilih Ikuti Penilaian Agribisnis Peternakan Tingkat Provinsi Jatim

beritakilat151
1000413650

 

BOJONEGORO | beritakilat.id – Dua kelompok peternak asal Bojonegoro terpilih mengikuti Pembinaan dan Penilaian Kelompok Agribisnis Peternakan Tingkat Provinsi Jawa Timur 2026.

Kedua kelompok itu adalah Kelompok Ternak Kambing Srono Makmur Desa Sumberbendo, Kecamatan Bubulan dan Kelompok Ternak Sapi Lembu Suro Desa Hargomulyo, Kecamatan Kedewan.

Kegiatan pembinaan dan penilaian berlangsung Jumat (28/8/2026). Tim Penilai dari Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan (Disnakkan) Provinsi Jawa Timur mendatangi langsung kedua lokasi untuk melihat potensi, inovasi, dan pengelolaan usaha peternakan.

Kegiatan diawali diskusi dan paparan profil kelompok. Selanjutnya tim melakukan kunjungan lapang untuk melihat aktivitas peternakan, pengelolaan pakan, dan pemanfaatan limbah ternak.

Perwakilan Tim Penilai Disnakkan Provinsi Jatim Alexander Arya menyampaikan, kegiatan ini bukan hanya mencari juara. Lebih penting untuk pembinaan dan membangun jejaring antar kelompok peternak.

“Kami hadir bukan hanya mencari yang layak juara. Kami lebih ke pembinaan. Sekaligus mencari jejaring dan pengembangan inovasi antar kelompok,” ujarnya.

Menurut Alexander, kekompakan kelompok jadi modal penting mengembangkan usaha peternakan. Ia mendorong agar inovasi yang sudah ada terus ditingkatkan, termasuk dengan pemanfaatan teknologi.

“Ada lima aspek yang kami nilai, yaitu hulu, hilir, budidaya, kelembagaan, dan inovasi,” jelasnya.

Proses penilaian dilakukan melalui diskusi dan kunjungan lapang. Lewat diskusi, tim menggali informasi kegiatan kelompok. Lewat kunjungan lapang, tim melihat langsung potensi dan inovasi yang diterapkan.

Ia juga meminta kelompok menyampaikan seluruh potensi dan inovasi yang sudah dikembangkan. Hal itu diharapkan jadi bahan evaluasi dan peluang pengembangan usaha.

Alexander berharap kedua kelompok di Bojonegoro terus kompak dan berprestasi. Praktik baik yang dilakukan bisa menjadi contoh untuk dikembangkan lebih luas.

“Semoga kelompok ternak di Bojonegoro jadi contoh yang bisa ditunjukkan ke provinsi lain,” katanya.

Melalui pembinaan ini, diharapkan kelompok peternak Bojonegoro semakin mandiri, inovatif, dan mampu mengembangkan usaha dari hulu hingga hilir. Tujuannya meningkatkan produktivitas, nilai tambah, dan kesejahteraan anggota kelompok.

Penulis: HeryEditor: Sella