Pemkab Bojonegoro Salurkan Alsintan, 12 Kelompok Tani Dapat Dukungan Pengolahan Lahan

IMG 20260821 WA0435

BOJONEGORO l Beritakilat.id  — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus memperkuat sektor pertanian melalui peningkatan sarana dan prasarana pendukung bagi petani. Salah satunya dengan menyalurkan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) pra panen untuk mempercepat dan mengefisienkan proses pengolahan lahan.

Bantuan yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2026 tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah kepada kelompok tani dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Kamis (20/8/2026).

Sebanyak 12 kelompok tani menerima bantuan Alsintan pra panen. Bantuan tersebut terdiri atas lima unit handtraktor singkal, masing-masing untuk lima kelompok tani, lima unit handtraktor rotary untuk lima kelompok tani, serta dua unit cultivator untuk dua kelompok tani.

Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan petani, khususnya dalam mendukung proses pengolahan lahan dan persiapan tanam.

Menurutnya, pemanfaatan Alsintan diharapkan mampu meringankan beban kerja petani sekaligus meningkatkan efisiensi waktu, tenaga, dan biaya dalam kegiatan pertanian.

«“Bantuan ini jangan hanya dilihat sebagai alat, tetapi sebagai bagian dari upaya kita bersama untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Mari kita manfaatkan dan rawat dengan sebaik-baiknya,” ujar Nurul Azizah.»

Selain pemanfaatan Alsintan, Nurul menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi antara pemerintah, kelompok tani, dan seluruh pemangku kepentingan di sektor pertanian.

Ia mendorong adanya komunikasi dan koordinasi antarkecamatan agar berbagai persoalan yang dihadapi petani di lapangan dapat dibahas dan dicarikan solusi secara bersama-sama.

«“Kita sinergikan masing-masing kecamatan untuk jagong bareng, berdiskusi bersama, melihat persoalan yang ada di lapangan, dan mencari solusi bersama. Dengan komunikasi yang baik, saya yakin berbagai persoalan pertanian bisa kita hadapi secara bersama-sama,” jelasnya.»

Nurul juga mengingatkan agar bantuan pemerintah tidak sekadar menjadi aset kelompok tani, tetapi benar-benar dimanfaatkan secara optimal.

Alsintan yang diterima harus dirawat dan digunakan secara bertanggung jawab. Jika memungkinkan, pemanfaatannya juga dapat dilakukan secara bersama sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh lebih banyak petani.

«“Yang paling penting adalah bagaimana bantuan ini benar-benar memberikan manfaat. Jangan sampai hanya menjadi barang, tetapi harus digunakan, dirawat, dan dimanfaatkan bersama untuk mendukung kesejahteraan petani,” tambahnya.»

Pemkab Bojonegoro terus menempatkan sektor pertanian sebagai salah satu bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Dukungan terhadap sarana pertanian, peningkatan kapasitas petani, serta penguatan koordinasi menjadi bagian dari upaya mendorong sektor pertanian yang semakin produktif dan berkelanjutan.

Dengan tambahan Alsintan tersebut, para petani diharapkan semakin terbantu dalam tahapan pra panen, terutama pengolahan lahan dan persiapan tanam.

Pemanfaatan teknologi pertanian diharapkan tidak hanya mempercepat pekerjaan di lahan, tetapi juga meningkatkan efisiensi penggunaan tenaga dan biaya produksi. Di sisi lain, pemanfaatan secara bersama juga diharapkan mampu memperkuat semangat gotong royong antarpetani di Kabupaten Bojonegoro.

(Prokopim)