BOJONEGORO l Beritakilat.id – Pemandangan tak biasa menghiasi langit Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, sekitar pukul 09.00 sampai 10.00 Wib pada Sabtu (17/10/2026). Lingkaran cahaya menyerupai cincin tampak mengelilingi matahari. Fenomena alam yang dikenal sebagai *Halo Matahari* ini menjadi pemandangan menarik sekaligus memunculkan rasa penasaran mengenai penyebab terbentuknya lingkaran tersebut.
Fenomena matahari bercincin itu merupakan peristiwa optik atmosfer yang dapat terjadi secara alami. Lingkaran cahaya terbentuk ketika sinar matahari melewati kristal-kristal es berukuran kecil yang terdapat di awan tinggi, seperti awan cirrus.
Kristal es tersebut membiaskan cahaya matahari sehingga membentuk lingkaran bercahaya di sekelilingnya. Pada fenomena yang umum terjadi, halo memiliki radius sudut sekitar 22 derajat dari posisi matahari.
Bukan Pertanda Bencana, Begini Penjelasan Ilmiahnya
Kemunculan Halo Matahari terkadang dikaitkan dengan berbagai mitos di tengah masyarakat. Namun, secara ilmiah, fenomena ini tidak terbukti menjadi pertanda akan terjadinya bencana alam.
Halo Matahari merupakan fenomena optik yang berkaitan dengan kondisi atmosfer, khususnya keberadaan kristal es di awan pada lapisan atmosfer bagian atas.
Meski demikian, kemunculan halo tidak serta-merta menandakan hujan akan turun. Kondisi cuaca di suatu wilayah tetap harus ditentukan berdasarkan pengamatan meteorologi dan prakiraan cuaca.
Indah Dipandang, tetapi Jangan Menatap Matahari Langsung
Fenomena Halo Matahari menjadi salah satu keunikan alam yang dapat menarik perhatian masyarakat. Lingkaran cahaya yang mengitari matahari memperlihatkan bagaimana cahaya berinteraksi dengan partikel es di atmosfer.
Namun, masyarakat yang ingin mengabadikan fenomena tersebut perlu memperhatikan keselamatan mata. Hindari menatap matahari secara langsung karena paparan sinarnya dapat merusak retina. Pengambilan gambar sebaiknya dilakukan tanpa memandang matahari secara langsung melalui layar kamera atau perangkat optik.
Fenomena ini menjadi pengingat bahwa peristiwa alam yang tampak luar biasa dapat dijelaskan melalui ilmu pengetahuan. Masyarakat pun diharapkan tetap bijak menyikapinya dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.












