Pegawai Dinsos Bojonegoro Galang Donasi Mandiri untuk Bantu Air Bersih Warga Terdampak Kekeringan

beritakilat151
Whatsapp image 2026 09 27 at

Bojonegoro | beritakilat.id – Kekeringan memantik kepedulian dan gotong royong. Keluarga besar Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bojonegoro menginisiasi penggalangan dana mandiri untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Donasi yang dikumpulkan secara sukarela dari karyawan dan karyawati Dinsos tersebut disalurkan dalam bentuk air bersih ke sejumlah desa yang mengalami krisis air selama musim kemarau.

Aksi ini menambah pasokan air bersih bagi warga terdampak. Pemkab sendiri melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga terus melakukan distribusi air bersih secara rutin.

Kepala Dinsos Kabupaten Bojonegoro, Agus Susetyo Hardiyanto, mengatakan aksi tersebut lahir dari inisiatif internal pegawai sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi masyarakat yang membutuhkan.

“Kegiatan ini murni dari inisiatif teman-teman karyawan dan karyawati Dinsos Bojonegoro. Kami bergotong royong mengumpulkan donasi untuk disalurkan langsung ke desa-desa yang mengalami krisis air bersih. Harapannya, bantuan ini dapat meringankan beban kebutuhan air sehari-hari bagi warga yang membutuhkan,” ujar Agus.

Menurutnya, bantuan air bersih menjadi salah satu bentuk respons sosial yang dapat dilakukan secara langsung kepada masyarakat. Terlebih, air merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi aktivitas sehari-hari warga. Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap dengan menyasar sejumlah titik yang membutuhkan.

Pada Sabtu (26/9/2026), bantuan disalurkan ke Dusun Tegaron, Dukuh Kalitengah, Desa Gamongan, Kecamatan Tambakrejo, sebanyak dua tangki atau sekitar 10.000 liter air bersih.

Selanjutnya pada Minggu (27/9/2026), distribusi menyasar Desa Sumur Agung untuk RT 1 dan RT 2 sebanyak dua tangki atau 10.000 liter, serta Desa Bogangin, Kecamatan Sumberrejo, sebanyak satu tangki atau 5.000 liter.

Sementara pada Selasa (29/9/2026), penyaluran direncanakan menjangkau empat desa, yakni Desa Balongcabe, Desa Ngrandu, Desa Kendung, dan Desa Kesongo, masing-masing sebanyak satu tangki dengan kapasitas sekitar 8.000 liter.

Agus berharap aksi yang dimulai dari lingkungan internal Dinsos tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Semangat berbagi dan gotong royong diharapkan terus tumbuh, sehingga semakin banyak pihak tergerak membantu masyarakat terdampak kekeringan.

“Kami berharap apa yang dilakukan teman-teman Dinsos ini bisa memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Semoga juga menjadi pemantik bagi pihak lain untuk bersama-sama membantu warga yang membutuhkan,” pungkasnya.

Penulis: HeryEditor: Sella