BOJONEGORO | beritakilat.id – Program Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri GAYATRI dari Pemkab Bojonegoro terbukti membantu perekonomian warga. Dampaknya tidak hanya dirasakan penerima bantuan, tapi juga pedagang di sekitar.
Salah satunya Indah Ratnasari, warga RT 03 Desa Prayungan, Kecamatan Sumberrejo. Indah menjadi penerima GAYATRI sejak 2025. Telur hasil ternaknya dijual ke warga sekitar setiap hari.
“Alhamdulillah sangat membantu. Telurnya bisa dijual tiap hari dan hasilnya nambah pemasukan. Laba bersihnya sekitar Rp100 ribu sampai Rp300 ribu per bulan,” kata Indah.
Manfaat GAYATRI juga dirasakan pedagang lauk-pauk. Suharti, salah satu pedagang di Desa Prayungan, memilih membeli telur GAYATRI dari tetangga karena kualitasnya fresh.
“Telurnya dipanen setiap hari jadi masih fresh. Nggak perlu jauh-jauh beli, cukup dari tetangga sendiri,” ujarnya.
Rantai ekonomi ini juga didukung PT Shoufong yang berada di Desa Prayungan. Setiap hari perusahaan mengizinkan pedagang sekitar masuk ke area pabrik untuk berjualan ke para pekerja.
Kebijakan itu membuka ruang usaha bagi warga lokal. Berbagai makanan dan lauk-pauk, termasuk telur dari program GAYATRI, jadi pilihan menu pekerja.
Dengan begitu, telur GAYATRI tidak hanya jadi sumber pendapatan peternak. Telur ini juga masuk ke rantai usaha pedagang dan membantu memenuhi kebutuhan makanan di lingkungan pabrik.












