Bukan Lagi Jalan Sendiri-Sendiri: 150 Ormas Bojonegoro Bersatu, Siap Kawal HJB ke-89 dan Pembangunan 2027

Oplus
oplus_1026

BOJONEGORO l Beritakilat.id – Untuk pertama kalinya dalam sejarah, ratusan organisasi kemasyarakatan (ormas) di Bojonegoro sepakat bersatu. Bukan untuk kepentingan politik, tapi untuk satu tujuan: Bojonegoro yang lebih maju.

Gerakan bertajuk Sinergitas Ormas Bojonegoro ini mendeklarasikan diri di tengah persiapan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-89. Inisiatif ini murni lahir dari keresahan para pegiat ormas, komunitas, dan seniman yang selama ini merasa berjalan sendiri-sendiri tanpa wadah bersama.

“Tujuan kita adalah bersilaturahmi dan bersinergi untuk Bojonegoro yang lebih baik dan lebih maju,” tegas Mochammad Bekti.

Fakta mengejutkan terungkap di forum ini. Ternyata, Pemkab sendiri belum punya data valid soal jumlah ormas di Bojonegoro.

Panitia menyebut baru sekitar 112 hingga 150 ormas yang berhasil didata. Sisanya masih gelap, tersebar di 28 kecamatan tanpa pendataan yang jelas. Ini jadi PR besar.

Pendataan ulang dan pemutakhiran data kini menjadi agenda utama setelah silaturahmi ini. Tanpa data akurat, mustahil ormas bisa dilibatkan maksimal dalam pembangunan.

Jika tahun-tahun sebelumnya pawai budaya didominasi OPD dan sekolah, tahun ini akan beda. 150 ormas siap turun dengan kostum, budaya, dan identitasnya masing-masing. HJB ke-89 diprediksi akan jadi yang paling meriah dan paling beragam dalam sejarah.

Di akhir sambutan, Mochammad Bekti menitipkan pesan keras.

“Sinergitas ini bukan sekadar untuk meramaikan HJB. Ini adalah momentum untuk mengakhiri ego sektoral antar-ormas. Tidak ada lagi ormas yang merasa paling besar, paling benar,” jelasnya.

Semua ormas didorong mengedepankan guyub rukun, toleransi, dan saling menghormati.Ormas harus jadi solusi, bukan jadi sumber konflik baru di masyarakat.

Bahkan, forum ini secara terbuka membuka pintu kolaborasi dengan Pemkab Bojonegoro untuk mengawal program-program strategis 2027.

“Marilah kita bersama-sama bekerja dan memberikan kontribusi terbaik untuk Bojonegoro ke depan,” pungkasnya Mochammad Bekti.