BOJONEGORO l Beritakilat.id – Organisasi kemasyarakatan (ormas) memiliki peran strategis dalam perjalanan bangsa, memperkuat solidaritas sosial, serta mengawal jalannya demokrasi agar tetap berpihak pada kepentingan rakyat. Karena itu, ormas diharapkan tetap konsisten pada tujuan perjuangan dan tidak terjebak dalam kepentingan politik maupun ekonomi kelompok tertentu.
Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan seminar sarasehan Hari Jadi Bojonegoro ke-349 yang digelar di Gedung Angling Dharma, Kabupaten Bojonegoro, Jumat (16/10/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro yang diwakili Kusmandoko menyampaikan pentingnya memahami kembali sejarah perjuangan bangsa sebagai landasan dalam membangun kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Perjuangan kemerdekaan, menurut gagasan yang disampaikan dalam pidato tersebut, tidak terlepas dari peran para tokoh, pemikir, pemimpin, serta organisasi yang menyatukan kekuatan untuk mencapai cita-cita bersama.
Semangat persatuan yang diwariskan para pendiri bangsa harus terus dijaga melalui tindakan nyata, bukan sebatas slogan. Organisasi yang tumbuh di tengah masyarakat perlu menjadikan kepentingan bersama, keadilan, dan kesejahteraan rakyat sebagai orientasi utama dalam menjalankan aktivitasnya.
Ormas Menjadi Kekuatan Nyata di Tengah Masyarakat
Dalam pemaparan tersebut, organisasi kemasyarakatan dipandang sebagai salah satu kekuatan sosial yang memiliki kemampuan menghimpun aspirasi masyarakat dan menyampaikannya kepada pemangku kebijakan.
“Keberadaan ormas menjadi penting karena masyarakat memiliki beragam kebutuhan, pandangan, dan kepentingan. Melalui organisasi yang berjalan secara sehat, aspirasi tersebut dapat dihimpun, diperjuangkan, serta disampaikan melalui jalur yang konstruktif,” tuturnya.
“Solidaritas antarorganisasi juga dinilai menjadi modal penting untuk membangun kekuatan bersama. Ketika berbagai elemen masyarakat mampu menyatukan tujuan demi kebaikan umum, ormas dapat mengambil peran lebih besar dalam mendorong perubahan sosial dan memperkuat kehidupan demokrasi,” tegasnya.
Namun, kekuatan tersebut hanya akan berarti apabila organisasi tetap berpegang pada prinsip perjuangan dan tidak kehilangan orientasi ketika berhadapan dengan kepentingan tertentu.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian dalam pidato tersebut adalah potensi pergeseran tujuan organisasi seiring berjalannya waktu.
Pada awal pembentukannya, sebuah organisasi umumnya dibangun atas dasar cita-cita, solidaritas, dan kepentingan bersama. Akan tetapi, dalam perkembangannya, kepentingan pribadi, kelompok, politik, maupun ekonomi dapat muncul dan memengaruhi arah gerak organisasi.
Kondisi tersebut menjadi tantangan yang perlu diantisipasi melalui penguatan integritas, evaluasi internal, serta komitmen terhadap tujuan awal organisasi.
Ormas perlu menjaga independensi dan memastikan bahwa setiap kegiatan maupun keputusan tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat. Dengan demikian, organisasi tidak sekadar menjadi wadah berkumpul, tetapi mampu menjalankan fungsi sosialnya secara bertanggung jawab.
Demokrasi Membutuhkan Organisasi yang Kritis dan Bertanggung Jawab
Demokrasi tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan pemilihan umum atau keberadaan lembaga pemerintahan. Demokrasi juga membutuhkan partisipasi masyarakat, kebebasan menyampaikan aspirasi, serta kontrol sosial terhadap pelaksanaan kebijakan publik.
Dalam konteks tersebut, ormas memiliki ruang untuk menyampaikan kritik, memberikan masukan, dan mengingatkan pemangku kekuasaan ketika kebijakan dinilai perlu diperbaiki.
Kontrol sosial harus dijalankan secara bertanggung jawab, berdasarkan persoalan yang nyata, serta mengedepankan dialog dan kepentingan umum. Sikap kritis bukan berarti menolak seluruh kebijakan pemerintah, melainkan memastikan bahwa kebijakan yang diambil tetap memperhatikan kebutuhan dan hak masyarakat.
“Karena itu, solidaritas antarorganisasi perlu diarahkan untuk memperkuat demokrasi yang sehat, menjaga persatuan, dan mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang semakin baik,” pesannya.
Momentum Refleksi untuk Bojonegoro
Sarasehan dalam rangka Hari Jadi Bojonegoro ini menjadi momentum untuk merefleksikan kembali peran organisasi dan masyarakat dalam perjalanan pembangunan daerah.
Semangat perjuangan para pendiri bangsa perlu diterjemahkan dalam kehidupan masa kini melalui kerja nyata, kepedulian sosial, penghormatan terhadap perbedaan, dan keberanian menyampaikan aspirasi secara konstruktif.
Bagi Bojonegoro, sinergi antara pemerintah, ormas, komunitas, dan seluruh elemen masyarakat menjadi modal penting untuk membangun daerah yang lebih maju, adil, dan sejahtera.
Pada akhirnya, organisasi yang kuat bukan semata-mata organisasi yang memiliki banyak anggota, melainkan organisasi yang mampu menjaga integritas, konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Semangat persatuan dan solidaritas tersebut diharapkan terus tumbuh seiring perjalanan Bojonegoro, sehingga peringatan hari jadi tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya kontribusi bersama dalam membangun masa depan daerah.












