BOJONEGORO | beritakilat.id – Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menghadiri pengukuhan pengurus MUI tingkat kecamatan se-Kabupaten Bojonegoro di ruang Angling Dharma Gedung Pemkab, Sabtu (5/9/2026).
Dalam sambutannya, Wabup menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah dan ulama di tengah tantangan pembangunan dan keterbatasan anggaran.
“PR kita masih banyak. Ulama dan pemerintah harus terus bersinergi, terutama dalam mendekati masyarakat dan menyelesaikan persoalan sosial seperti pencegahan HIV/AIDS dan anak tidak sekolah,” katanya.
Nurul juga mendorong seluruh pengurus MUI kecamatan mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.
“Pengurus MUI adalah orang yang berkhidmat untuk umat. Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan juga penting,” tuturnya.
Ia memaparkan kondisi APBD Bojonegoro yang mengalami penurunan. Dari sebelumnya Rp8 triliun, tahun 2026 menjadi sekitar Rp6 triliun dan diproyeksikan Rp5 triliun pada 2027.
“Dengan anggaran menurun, kita harus tentukan prioritas. Pemkab tetap berupaya memberi pelayanan terbaik,” ujar Nurul.
Sektor pendidikan, kesehatan, pertanian, dan kebutuhan dasar tetap jadi prioritas. Di bidang pendidikan, masih ada 5.199 anak tidak sekolah. Wabup menargetkan 50 persen di antaranya bisa kembali sekolah pada 2026. Ia mengajak MUI yang punya lembaga pendidikan untuk bersinergi dengan Dinas Pendidikan.
Di bidang kesehatan, Pemkab mengembangkan layanan kemoterapi, jantung terpadu, dan stroke di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo. Layanan cuci darah juga akan ditingkatkan. Anggaran untuk akses BPJS Kesehatan warga mencapai sekitar Rp248 miliar.
Ketua MUI Kabupaten Bojonegoro KH. Alamul Huda menyampaikan MUI terus memperkuat pelayanan, salah satunya lewat website resmi dan buku panduan untuk pengurus.
“Buku ini jadi pedoman dan SOP. Kami mohon pengurus mempelajarinya agar kegiatan berjalan jelas dan terarah,” ujarnya.
Ia juga mengajak semua pihak menjaga kondusivitas daerah.
“Apapun situasinya, mari bersama menjaga Bojonegoro tetap aman, damai, dan sentosa,” ungkapnya.
Dengan pengukuhan ini, diharapkan pengurus MUI kecamatan semakin aktif dalam pengabdian kepada masyarakat, bangsa, negara, dan agama.












