Kolaborasi dengan Mahasiswa KKN PINTAR Unugiri, Desa Margomulyo Kembangkan Batik Lelaku Sulur Wungu

beritakilat151
1000406802

BOJONEGORO | beritakilat.id – Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo memiliki potensi lokal berupa Batik Lelaku Sulur Wungu. Batik ini terinspirasi dari tanaman uwi ungu, salah satu tanaman khas di Kecamatan Margomulyo. Sebelumnya desa ini juga dikenal dengan motif Obor Sewu.

Untuk mengembangkan potensi tersebut, Pemerintah Desa berkolaborasi dengan mahasiswa KKN PINTAR Unugiri 2026 Kelompok 39. Salah satu langkahnya dengan mendaftarkan Batik Lelaku Sulur Wungu ke Hak Kekayaan Intelektual (HaKI). Batik ini merupakan karya Adinda Putri Febri Susanti, warga Desa Margomulyo.

Mahasiswa KKN Sandrianto menjelaskan, pencatatan HaKI dilakukan karena batik ini tidak hanya mengangkat motif uwi ungu, tapi juga nilai pitutur luhur masyarakat Samin di Margomulyo, yaitu sabar, trokal, narimo, ora iri, drengki, srei, lan dahwen.

Nama Lelaku Sulur Wungu menggambarkan proses pertumbuhan uwi, mulai menanam, merawat, hingga panen. Sulur uwi yang merambat menjadi simbol trokal atau terus berusaha. Daun melambangkan pertumbuhan dan kehidupan. Motif uwi yang dibelah menggambarkan sabar, karena butuh waktu untuk dipanen. Hasil panen menggambarkan narimo atau bersyukur. Motif ceplok menggambarkan umbi di dalam tanah yang mampu bertahan di berbagai kondisi.

Motif rumput bermakna ora iri, drengki, srei, lan dahwen. Rumput bisa tumbuh di mana saja dan hidup berdampingan dengan tanaman lain.

Dalam proses pengajuan HaKI, mahasiswa melakukan observasi bentuk uwi ungu, wawancara dengan sesepuh Samin, pembuatan desain, revisi motif, hingga produksi.

Pengembangan batik ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Penyerahan Surat Pencatatan Ciptaan HaKI dilakukan saat Kirab Bendera Merah Putih sepanjang 80 dan 81 meter di Dusun Jepang, Kecamatan Margomulyo, dalam rangka HUT ke-81 RI.

Camat Margomulyo Joko Tri Cahyono mengapresiasi keterlibatan KKN PINTAR Unugiri Kelompok 39. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya menjalankan program, tapi juga memberi kontribusi nyata untuk potensi dan budaya desa.

“Harapannya, Batik Lelaku Sulur Wungu terus dikembangkan, dikenal lebih luas, dan menjadi identitas serta kebanggaan masyarakat Margomulyo,” ujarnya.

Penulis: HeryEditor: Sella