BOJONEGORO l Beritakilat.id — Keberadaan jalan usaha tani (JUT) di Dusun Mojopangi, Desa Mojorejo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, tahun 2025, memberikan manfaat nyata bagi para petani. Infrastruktur tersebut dinilai sangat membantu, terutama saat memasuki musim panen. Jum’at (11/9/2026).
Jalan usaha tani yang menghubungkan area persawahan dengan akses transportasi tersebut membuat aktivitas petani menjadi lebih mudah. Hasil panen yang sebelumnya membutuhkan tenaga dan biaya lebih besar untuk dibawa keluar dari lahan, kini dapat diangkut dengan lebih cepat dan efisien.
Salah satu petani, Supandi, mengaku sangat bersyukur dengan adanya jalan usaha tani tersebut. Menurutnya, akses tersebut sangat membantu petani ketika musim panen raya tiba.
“Dengan adanya jalan usaha tani ini, kami sebagai petani sangat terbantu. Saat panen, hasil pertanian lebih mudah diangkut karena kendaraan bisa lebih dekat ke lahan,” ujar Supandi.
Ia menambahkan, kemudahan akses tersebut juga berdampak pada efisiensi biaya. Petani tidak perlu mengeluarkan ongkos angkut terlalu besar untuk membawa hasil panen dari sawah menuju tempat pengumpulan maupun kendaraan pengangkut.
“Selain menghemat waktu, ongkos angkut hasil panen juga bisa ditekan. Ini tentu sangat meringankan beban petani,” tambahnya.
Menurut Supandi, keberadaan jalan usaha tani bukan hanya sekadar membuka akses menuju persawahan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung produktivitas dan kesejahteraan petani.
Dengan akses jalan yang lebih baik, proses pengangkutan sarana produksi seperti pupuk dan benih menuju lahan menjadi lebih mudah. Begitu pula saat panen, hasil pertanian dapat segera dikeluarkan dari area persawahan sehingga lebih efisien.
Para petani berharap keberadaan jalan usaha tani tersebut dapat terus dipelihara dan ditingkatkan kualitasnya, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang dan mampu mendukung aktivitas pertanian masyarakat Dusun Mojopangi.
Bagi petani, akses jalan yang memadai merupakan salah satu faktor penting untuk menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan efisiensi saat musim panen.












