Budaya  

Maulid Nabi di Desa Lengkong Bojonegoro Meriah, Jamaah Bersholawat hingga Penuhi Halaman Masjid dan Jalan

IMG 20260824 WA0638

BOJONEGORO l Beritakilat.id  — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Lengkong, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, berlangsung meriah, penuh kebersamaan dan khidmat, Senin (24/8/2026) malam.

Kegiatan yang digelar bersama jamaah Masjid Barokatul Mahmud tersebut diisi dengan lantunan sholawat dan doa bersama. Tingginya antusiasme masyarakat membuat jamaah tidak hanya memenuhi bagian dalam masjid, tetapi juga memadati hingga halaman masjid.

IMG 20260824 WA0777

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Lengkong beserta perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, jamaah Fatayat, jamaah Masjid Barokatul Mahmud, serta masyarakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Bojonegoro.

Diperkirakan sekitar 9.000 jamaah hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka datang dari sejumlah kecamatan, di antaranya Balen, Kapas, Sumberrejo, Kanor, Sukosewu, Baureno, Sugihwaras hingga wilayah Bojonegoro Kota.

Mulai dari anak-anak, pemuda, orang tua hingga kaum perempuan tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan begitu terasa di tengah lantunan sholawat yang menggema di kawasan Masjid Barokatul Mahmud.

Kepala Desa Lengkong sekaligus Ta’mir Masjid Barokatul Mahmud, Drs. H. Ahmad Sholihin, menyampaikan bahwa terselenggaranya kegiatan tersebut tidak lepas dari kesadaran, kekompakan dan keguyuban seluruh masyarakat Desa Lengkong.

“Acara ini terselenggara berkat kesadaran, kekompakan dan keguyubrukunan dari Remas, Ta’mir Masjid serta seluruh warga masyarakat setempat, mulai RT 01 sampai RT 09, bersama panitia penyelenggara kegiatan,” ungkapnya.

Ahmad Sholihin juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh jamaah Masjid Barokatul Mahmud, warga Desa Lengkong, panitia, serta masyarakat dari berbagai wilayah yang turut hadir menyemarakkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Menurutnya, Maulid Nabi tidak sekadar menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi, meningkatkan kepedulian sosial dan memperkuat persaudaraan antarwarga.

“Semoga di tahun-tahun yang akan datang, kegiatan Maulid Nabi seperti ini dapat terselenggara lebih baik dan lebih meriah lagi,” harapnya.

Ia menambahkan, peringatan Maulid Nabi juga menjadi momentum untuk kembali meneladani dan mengikuti ajaran Rasulullah SAW.

“Semangat Maulid Nabi. Kita kembalikan ittiba’ Rasulullah, bahwa masjid harus menjadi pusat gerakan keilmuan, gerakan umat Islam, juga gerakan muamalah Islami dalam pengembangan ekonomi syariah,” terangnya.

Sholihin juga menekankan pentingnya menghadirkan Islam yang sejuk dan mampu hidup berdampingan dalam keberagaman masyarakat.

“Menuju hidup bersama berbangsa yang memiliki latar belakang agama, budaya dan adat istiadat yang beragama Islam harus sejuk untuk semua umat manusia dan alam semesta,” pungkasnya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah melalui lantunan sholawat dan doa. Sholawat menjadi bentuk penghormatan sekaligus ungkapan cinta dan kerinduan umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW.

Dengan dipenuhi lantunan sholawat dan doa, kegiatan berlangsung aman, damai dan khidmat. Ribuan jamaah yang hadir juga menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan, gotong royong serta kerukunan masyarakat Desa Lengkong dalam menjaga dan melestarikan tradisi keagamaan.