BOJONEGORO I beritakilat.id/ – Di tengah fluktuasi sektor migas yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah, Kabupaten Bojonegoro menunjukkan ketahanan ekonomi yang semakin kuat melalui pertumbuhan sektor pertanian dan berbagai sektor nonmigas. Kinerja positif kedua sektor tersebut menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus memperkuat fondasi pembangunan jangka panjang.
Data menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Bojonegoro tidak lagi sepenuhnya bergantung pada industri minyak dan gas. Meski sektor migas mengalami dinamika akibat faktor produksi dan kondisi pasar, sektor nonmigas mampu mencatatkan pertumbuhan yang lebih tinggi. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) nonmigas bahkan tumbuh lebih dari lima persen, menunjukkan semakin kuatnya kontribusi sektor-sektor produktif di luar pertambangan.
Sektor pertanian menjadi salah satu motor penggerak utama. Berbagai program penguatan ketahanan pangan, peningkatan produktivitas lahan, serta dukungan kepada petani telah mendorong sektor ini terus berkembang. Pada triwulan pertama 2026, sektor pertanian tercatat mengalami pertumbuhan yang signifikan dan menjadi penyangga penting ketika sektor pertambangan mengalami perlambatan.
Selain pertanian, sejumlah sektor nonmigas seperti transportasi, pergudangan, perdagangan, pendidikan, dan kesehatan juga menunjukkan performa yang menjanjikan. Diversifikasi ekonomi ini menjadi sinyal positif bahwa struktur ekonomi Bojonegoro semakin sehat dan tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam yang bersifat terbatas.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus mendorong transformasi ekonomi melalui penguatan sektor-sektor produktif yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Langkah ini tidak hanya bertujuan menjaga stabilitas ekonomi saat ini, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi daerah yang lebih berkelanjutan di masa mendatang.












