Bojonegoro Siaga El Nino 2026, Pemkab Perkuat HIPPAM Hadapi Ancaman Kekeringan Ekstrem

BOJONEGORO I Beritakilat id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bergerak cepat mengantisipasi ancaman kekeringan ekstrem yang diprediksi terjadi pada tahun 2026. Melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (PKP CK), berbagai langkah strategis mulai disiapkan guna menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

 

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembinaan Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM) sekaligus mitigasi dampak kekeringan yang digelar di Ruang Angling Dharma. Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, Sekretaris Daerah, jajaran kepala OPD terkait, Direktur Perumdam Tirta Buana, para camat, kepala desa, hingga pengurus HIPPAM dari wilayah rawan kekeringan.

 

Kepala Dinas PKP CK Satito Hadi menjelaskan, pihaknya tengah melakukan pendataan menyeluruh terhadap 72 HIPPAM di Bojonegoro. Pendataan ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesehatan pengelolaan dan kesiapan masing-masing HIPPAM dalam menghadapi musim kemarau panjang.

 

“Kami melakukan identifikasi terhadap HIPPAM yang sudah berjalan optimal maupun yang masih membutuhkan penguatan. Masukan dari pemerintah desa sangat penting untuk menentukan langkah strategis jangka pendek, menengah, hingga panjang,” ujarnya.

 

Sementara itu, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menegaskan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi dampak fenomena El Niño pada 2026. Berdasarkan prediksi BMKG, musim kemarau diperkirakan mulai terasa pada akhir Mei dan mencapai puncaknya pada Agustus hingga September.

 

“Kita harus siap bukan hanya secara teknis, tetapi juga manajerial. Kekeringan dapat berdampak luas jika tidak diantisipasi sejak dini,” tegasnya.

 

Ia juga meminta pemerintah desa mulai menyesuaikan strategi pengelolaan air dan pola tanam masyarakat. Prioritas utama, lanjutnya, adalah memastikan ketersediaan air bersih untuk kebutuhan konsumsi warga tetap aman selama musim kemarau berlangsung.

 

Dalam forum tersebut, berbagai persoalan di lapangan turut dibahas secara interaktif, mulai dari keterbatasan sumber air, kondisi infrastruktur, hingga manajemen distribusi air bersih di desa-desa rawan kekeringan.

 

Melalui pembinaan ini, Pemkab Bojonegoro berharap seluruh pengelola HIPPAM semakin siap menghadapi tantangan kekeringan ekstrem. Langkah ini sekaligus menjadi upaya strategis menjaga ketahanan air dan keberlangsungan aktivitas masyarakat di tengah ancaman El Nino 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *