BOJONEGORO l Beritakilat.id – Proyek pembangunan jembatan di Desa Ngrejeng, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, menjadi sorotan publik.
Pasalnya, pekerjaan yang seharusnya berjalan lancar justru terkesan lambat dan diduga mengalami berbagai kendala di lapangan.
Berdasarkan pantauan pada 13 April 2026, progres pembangunan terlihat belum signifikan. Struktur jembatan masih dalam tahap pengerjaan awal, sementara sejumlah bagian konstruksi tampak belum terselesaikan dengan baik.
Dugaan Penyelewengan Hambat Pekerjaan
Sejumlah warga menduga keterlambatan proyek bukan semata faktor teknis, melainkan adanya indikasi penyelewengan dalam pelaksanaan pekerjaan. Dugaan ini muncul karena progres yang tidak sebanding dengan waktu pengerjaan yang telah berjalan.
“Sudah lama dikerjakan, tapi hasilnya masih seperti ini. Jadi wajar kalau masyarakat curiga ada yang tidak beres,” ungkap salah satu warga setempat.
Selain lambannya progres, kondisi fisik bangunan juga menjadi perhatian.
Beberapa bagian beton terlihat kurang rapi, dan pengerjaan terkesan tidak maksimal, sehingga memunculkan kekhawatiran terkait kualitas akhir proyek.
Sorotan pada Pengelolaan AnggaranProyek ini diduga bersumber dari program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD). Dengan nilai anggaran Rp 2,4 sekian milliar. Mestinya Dalam pelaksanaannya, setiap kegiatan yang menggunakan dana tersebut seharusnya mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta tepat waktu.
Jika benar terdapat penyimpangan dalam pengelolaan anggaran atau pelaksanaan pekerjaan, maka hal tersebut berpotensi melanggar aturan yang berlaku, termasuk dalam pengelolaan keuangan desa.
Potensi Dampak bagi Masyarakat
Keterlambatan pembangunan jembatan ini berpotensi mengganggu aktivitas warga, terutama dalam mobilitas dan akses ekonomi.
Jembatan yang belum rampung juga meningkatkan risiko keselamatan bagi masyarakat sekitar.
Desakan Transparansi dan Audit Masyarakat berharap adanya keterbukaan dari pihak pelaksana maupun pemerintah desa terkait progres dan penggunaan anggaran proyek.
Selain itu, audit dari pihak berwenang dinilai penting untuk memastikan tidak ada penyimpangan dalam kegiatan tersebut.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab pasti keterlambatan proyek maupun dugaan penyelewengan yang beredar di masyarakat.
