Dilantik Jadi Kaur TU Mayangkawis, Muhammad Abdun Naim Diminta Utamakan Disiplin dan Pelayanan

IMG 20261008 WA0228

BOJONEGORO | Beritakilat.id — Jabatan perangkat desa bukan sekadar pekerjaan untuk mendapatkan penghasilan, tetapi merupakan amanah dan bentuk pengabdian kepada masyarakat. Karena itu, setiap perangkat desa dituntut bekerja secara profesional, disiplin, tertib, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Kepala Desa Mayangkawis, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, H. Soeharto, saat memberikan sambutan dalam pelantikan Muhammad Abdun Naim sebagai Kepala Urusan (Kaur) Tata Usaha dan Umum Desa Mayangkawis, Kamis (8/10/2026).

IMG 20261008 WA0248

Acara pelantikan tersebut dihadiri Forkopimcam Balen, tokoh agama, tokoh masyarakat, perangkat Desa Mayangkawis, BPD, Ketua RT dan RW, serta jajaran penggerak dan Ketua TP PKK Desa Mayangkawis.

H, Soeharto menegaskan, Kaur Tata Usaha dan Umum memiliki peran penting dalam mendukung tertibnya administrasi pemerintahan desa. Tugas tersebut tidak hanya berkaitan dengan surat-menyurat, tetapi juga menyangkut pengelolaan dan inventarisasi aset desa.

“Tugas Tata Usaha dan Umum bukan sekadar seremonial. Ini adalah amanah yang harus dipikul dengan penuh tanggung jawab,” tegas H, Soeharto.

Menurutnya, tertib administrasi menjadi salah satu fondasi penting dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Oleh sebab itu,Muhammad Abdun Naim diminta mampu memahami seluruh tugas dan tanggung jawabnya serta membangun koordinasi dengan perangkat desa lainnya.

Selain urusan administrasi, Kaur TU dan Umum juga harus mampu mendukung perencanaan pembangunan desa bersama unsur pemerintahan lainnya, sehingga program pembangunan dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan dan perencanaan yang telah ditetapkan.

Pesan Khusus untuk Perangkat Desa Berusia 23 Tahun

H, Soeharto juga memberikan pesan khusus kepada Muhammad Abdun Naim yang masih berusia 23 tahun.

Ia berharap usia muda justru menjadi modal untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan, dan membangun komunikasi yang baik dengan seluruh aparatur maupun masyarakat.

“Jangan dianggap hanya sebagai pekerjaan. Ini adalah pengabdian saudara kepada masyarakat Desa Mayangkawis,” pesannya.

Ia mengingatkan agar pendidikan yang dimiliki tidak hanya digunakan untuk meningkatkan kemampuan secara akademis, tetapi juga harus diiringi dengan akhlak, tata krama, dan unggah-ungguh.

“Kami berharap selalu taat kepada para kiai dan sesepuh. Unggah-ungguh tetap dijaga. Pendidikan harus berjalan bersama dengan akhlak yang baik,” ujarnya.

H, Soeharto juga mengajak seluruh perangkat desa bekerja sebagai satu tim. Menurutnya, komunikasi dan kekompakan menjadi kunci agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan maksimal.

“Selalu berkomunikasi, saling menolong dan membantu. Insyaallah pekerjaan sebagai pelayan masyarakat bisa dilaksanakan dengan lebih tertib,” katanya.

Camat Balen: Jangan Ada “Kudis, Kutil, dan Korap”

Sementara itu, Camat Balen Ahmad Soleh Fatoni memberikan penekanan tersendiri kepada Muhammad Abdun Naim terkait pelaksanaan tugas administrasi pemerintahan desa.

Ia menggunakan istilah “Kudis, Kutil, dan Korap” sebagai pengingat agar perangkat desa tidak bekerja secara sembarangan.

“Kudis itu kurang disiplin, Kutil itu kurang tertib, dan Korap itu kurang rapi,” jelas Ahmad Soleh Fatoni.

Menurutnya, ketiga hal tersebut harus menjadi perhatian bagi Kaur TU dan Umum. Administrasi desa harus dikerjakan dengan disiplin, tertib, dan rapi agar tidak menimbulkan persoalan dalam pelayanan maupun penyelenggaraan pemerintahan.

Terlebih, posisi Kaur TU dan Umum bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, terutama dalam pelayanan administrasi.

“Harus bisa memahami dan melayani masyarakat dengan baik, terutama terkait surat-menyurat, surat izin maupun pelayanan administrasi lainnya,” tegasnya.

Ia meminta Muhammad Abdun Naim segera memahami tugas pokok dan fungsinya serta mampu memberikan pelayanan yang cepat, ramah, tertib, dan sesuai aturan.

Menurutnya, kondisi tersebut menggambarkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap pekerjaan dan kepastian penghasilan.

“Ini menjadi bukti bahwa di Bojonegoro masih banyak masyarakat yang membutuhkan pekerjaan. Pengangguran kalau dalam istilah Jawa, secara penghasilan belum cukup,” ungkapnya.

Karena itu, ia mengingatkan bahwa siapa pun yang telah memperoleh pekerjaan maupun amanah jabatan harus mampu mensyukurinya dengan cara menjalankan tanggung jawab secara sungguh-sungguh.

“Yang sudah diangkat ini wajib bersyukur, karena secara penghasilan ada kejelasan. Kemudian secara mental juga sudah punya tanggung jawab yang telah ditetapkan sesuai dengan aturan,” ujarnya.

Perangkat Baru Diharapkan Jadi Pelayan Masyarakat

Pelantikan Muhammad Abdun Naim diharapkan tidak hanya menjadi pergantian atau pengisian jabatan perangkat desa, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan Desa Mayangkawis.

Seluruh perangkat desa juga diharapkan dapat saling mendukung, membangun komunikasi, dan bekerja secara profesional demi kepentingan masyarakat.

Dengan demikian, amanah sebagai perangkat Desa Mayangkawis dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, menjunjung disiplin, tertib administrasi, serta mengedepankan kepentingan masyarakat.