Kemamang Darurat, Jalan Sempit Dipaksa Jadi Jalur Truk Raksasa

beritakilat151

BOJONEGORO l beritakilat.id/ — Ketenteraman warga di sepanjang Jalan Kemamang, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro kembali terusik. Setiap hari, lebih dari sepuluh truk bermuatan pasir hilir mudik di jalan desa yang sempit, membuat warga semakin resah dan khawatir akan terjadi kecelakaan, terutama terhadap anak-anak yang sering bermain di sekitar rumah.

Truk-truk berukuran raksasa itu diketahui menuju sebuah CV yang oleh warga diduga memiliki keterkaitan dengan Kepala Desa Suwaloh, sehingga memunculkan banyak tanda tanya di tengah masyarakat. Namun hingga kini, aktivitas tersebut terus berjalan tanpa ada penertiban.

Keluhan warga kemamang sangat menyayangkan kejadian ini, karena proyek tersebut adalah usaha  milik kepala desa suwaloh, tetapi warga desa kemamang atau pemerintah desa kemamang yang menerima dampaknya. Karena jalannya menjadi rusak.

Salah satu warga, kirno, mengaku nyaris putus asa dengan kondisi tersebut.

“Truk besar lewat terus tiap hari, jalannya sempit, rumah warga mepet. Karena ini jalan desa bukan kapasitasnya truk – truk tersebut lewat jalan ini,  Kami khawatir anak-anak jadi korban. Jangan sampai ada kejadian dulu baru bertindak,” tegasnya.

Pada Sabtu (29/11/2025) pagi, saat hendak melintas kirno kembali melihat empat truk tronton berjejer menunggu giliran masuk ke area CV. Menurutnya, pemandangan itu sudah menjadi “rutinitas mengerikan” yang membuat warga tak pernah benar-benar merasa aman.

Warga menegaskan bahwa mereka tidak menolak aktivitas usaha, tetapi menuntut adanya kepedulian dan langkah konkret demi keselamatan lingkungan.

Mereka berharap pemerintah desa, kecamatan, hingga aparat terkait segera turun tangan untuk meninjau ulang rute truk, mengatur jam operasional, atau menetapkan jalur alternatif yang lebih aman.

Hingga berita ini dirilis, warga hanya bisa menunggu sambil berharap ada tindakan tegas dari pihak penegak hukum, karena dampaknya sangat membahayakan dan meresahkan warga kemamang dan juga suwaloh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *