BOJONEGORO I Beritakilat.id – Proyek pembangunan jembatan di Dusun Buntalan, Desa Buntalan, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, menjadi sorotan karena progres pekerjaan dinilai lambat. Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) dengan kegiatan pembangunan jembatan di Dusun Buntalan.
Dalam papan proyek tertulis, pembangunan jembatan memiliki ukuran panjang 36 meter dan lebar 5 meter. Sumber dana berasal dari BKKD (Bantuan Keuangan Khusus Desa) Tahun Anggaran 2025 dengan total anggaran sebesar Rp 2.581.770.500,00 yang sudah termasuk pajak. Konsultan perencana tercatat dari CV. New Empat A Consultant, sementara konsultan pengawas dari CV. Alvizam Consultant, dengan tim pelaksana kegiatan dari Desa Buntalan, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro.
Namun di lapangan, pekerjaan proyek tersebut diduga mengalami keterlambatan signifikan. Hingga memasuki sekitar empat bulan masa pelaksanaan, progres pembangunan disebut baru mencapai sekitar 35 persen. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran masyarakat terkait potensi proyek mangkrak apabila percepatan pekerjaan tidak segera dilakukan.
Sejumlah warga setempat berharap pihak pelaksana dan instansi terkait dapat memberikan kejelasan mengenai kendala yang menyebabkan lambatnya progres pembangunan jembatan tersebut. Pasalnya, jembatan ini dinilai penting sebagai akses mobilitas dan penunjang aktivitas ekonomi warga di wilayah Dusun Buntalan.
Masyarakat juga meminta adanya pengawasan lebih ketat agar proyek yang bersumber dari anggaran pemerintah desa tersebut dapat diselesaikan tepat waktu sesuai perencanaan dan spesifikasi yang telah ditetapkan.
