Malam Maut di Lamongan, Pemuda Sragen Tewas Ditabrak Kereta Api

Img 20250719 wa0041

LAMONGAN – Suasana malam yang awalnya tenang di Desa Moropelang, Kecamatan Babat, Lamongan, mendadak berubah menjadi mencekam.

Jumat malam (18/7/2025) sekitar pukul 21.30 WIB, insiden tragis menimpa seorang pemuda asal Sragen, Jawa Tengah.

Korban, berinisial AD (25), warga Desa Geneng, Kecamatan Miri, Sragen, tewas seketika setelah tubuhnya dihantam keras oleh kereta api yang melintas di jalur hilir Pucuk–Gembong, tepatnya di titik KM 168+6.

Lokasi kejadian dikenal warga sebagai area sunyi yang minim penerangan, tempat yang bukan hanya sepi, tapi juga rawan bahaya jika dilintasi sembarangan, apalagi di malam hari.

Tragedi ini pertama kali diketahui oleh Bagas Pratama, salah seorang warga yang mendapat informasi adanya orang tertabrak kereta.

Bersama warga lainnya, ia langsung menyusuri rel dan menemukan tubuh korban sudah dalam kondisi mengenaskan.

Petugas dari Polsek Babat bersama tim medis langsung turun ke lokasi. Kasi Humas Polres Lamongan, IPDA Hamzaid, membenarkan kejadian itu dan menjelaskan bahwa korban telah dievakuasi ke RS Muhammadiyah Lamongan.

“Identitas korban kami ketahui dari dompet yang ditemukan di lokasi. Kami juga mengamankan sepeda motor milik korban yang berada tak jauh dari tubuhnya,” terang IPDA Hamzaid, Sabtu (19/7/2025).

Penyelidikan masih dilakukan untuk mengungkap bagaimana korban bisa berada di jalur kereta tersebut.

Dugaan sementara, korban nekat melintas atau berjalan di rel tanpa menyadari kereta tengah melaju dari arah berlawanan.

Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi siapa pun agar tidak sembarangan berada di jalur rel kereta api, terutama di malam hari.

Minimnya penerangan, sepinya lingkungan, dan kecepatan kereta bisa memicu kecelakaan fatal kapan saja.

Pihak keluarga telah dihubungi dan sedang dalam proses penjemputan jenazah untuk dibawa pulang ke kampung halaman di Sragen. (Bup)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *