PONOROGO l Beritakilat.id – Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Kabupaten Ponorogo menggelar Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Pencak Silat 2026, berlangsung di Gedung Bulutangkis Reog pada 10-11 April 2026.
sebagai langkah awal dalam mempersiapkan atlet menuju Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Pencak Silat Jawa Timur (Jatim). Ajang ini berlangsung di Gedung Bulutangkis Reog pada 10–11 April 2026 dan diikuti oleh 110 atlet dari 14 perguruan silat yang ada di Ponorogo.
Ketua IPSI Ponorogo, Miseri Efendi, menyampaikan bahwa Kejurkab menjadi bagian penting dalam proses pembinaan atlet. Melalui ajang ini, pihaknya dapat menjaring pesilat terbaik yang nantinya akan dipersiapkan untuk tampil di level provinsi dengan target prestasi maksimal.
Menurut Miseri, IPSI Ponorogo telah menyiapkan program training center atau pemusatan latihan bagi para atlet yang berhasil meraih medali emas dalam Kejurkab. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas teknik, fisik, serta mental bertanding para atlet sebelum berlaga di Kejurprov.
Ia juga menyatakan optimisme tinggi bahwa Ponorogo mampu bersaing dan meraih hasil membanggakan di Kejurprov Pencak Silat Jawa Timur. “Kejurkab menjadi langkah awal untuk menuju prestasi di tingkat kejuaraan yang lebih tinggi,” ujar Miseri.
Dalam hasil akhir Kejurkab 2026, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun berhasil keluar sebagai juara umum dengan raihan 15 medali emas, 5 medali perak, dan 3 medali perunggu. Posisi kedua ditempati oleh Tapak Suci dengan perolehan 6 emas, 5 perak, dan 2 perunggu, sementara Persinas Asad berada di posisi ketiga dengan 1 emas, 2 perak, dan 2 perunggu.
Sementara itu, Ketua Pelaksana, Langen Triono menyampaikan bahwa pelaksanaan Kejurkab 2026 merupakan amanah dari Pemerintah Kabupaten Ponorogo kepada IPSI untuk menyelenggarakan kejuaraan secara profesional. Ia menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan telah dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku.
Meski demikian, pihak pelaksana menyadari masih terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan. Langen Triono menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak serta berharap evaluasi dari kejuaraan ini dapat menjadi bahan perbaikan ke depan, demi pelaksanaan yang lebih baik dan peningkatan prestasi pencak silat Ponorogo di masa mendatang.
