Desa  

Waduk Penuh, Sawah Kekeringan: Ratusan Hektare Padi di Kemamang Terancam Gagal Panen

BOJONEGORO I Beritakilat.id – Ironis. Di saat debit air waduk dilaporkan masih penuh, ratusan hektare lahan pertanian di Desa Kemamang, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro justru mengalami kekeringan akibat minimnya pasokan air irigasi dari aliran Sungai Pacal.

Kondisi tersebut membuat para petani resah. Tanaman padi yang saat ini memasuki fase membutuhkan banyak air terancam tidak dapat tumbuh optimal, bahkan berpotensi mengalami gagal panen apabila tidak segera mendapat pasokan air.
Dan bahkan tanahnya sudah mengalami kering dan pecah – pecah.

SNW, salah satu petani Desa Kemamang, mengaku kecewa dengan lambatnya penanganan distribusi air ke wilayah pertanian mereka. Menurutnya, aliran Sungai Pacal yang selama ini menjadi sumber pengairan sawah kini nyaris tidak mengalir.

“Seharusnya saat ini sawah sudah mendapatkan aliran air karena padi sedang membutuhkan banyak air. Namun kenyataannya, di Sungai Pacal hanya kecil debit airnya dan hampir tidak ada aliran sama sekali,” ujarnya, Selasa (9/6/2026).

Akibat kondisi tersebut, puluhan petani di Desa Kemamang harus menghadapi ancaman gagal panen. Lahan pertanian yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat mulai menunjukkan tanda-tanda kekeringan karena tidak mendapatkan suplai air yang cukup.

Para petani mempertanyakan kondisi tersebut karena ketersediaan air di waduk disebut masih mencukupi. Mereka berharap pemerintah dan instansi terkait segera mengambil langkah konkret untuk memperlancar distribusi air irigasi sebelum kerusakan tanaman semakin meluas.

“Kami sangat berharap ada perhatian dan tindakan cepat dari pihak terkait. Jika kondisi ini terus berlanjut, petani akan mengalami kerugian besar karena tanaman padi bisa gagal panen,” tambah SNW

Hingga saat ini, para petani masih menunggu solusi dari pihak berwenang agar aliran air kembali mengaliri Sungai Pacal dan dapat memenuhi kebutuhan irigasi lahan pertanian di wilayah Kecamatan Balen, khususnya Desa Kemamang. Ancaman gagal panen pun semakin nyata apabila persoalan tersebut tidak segera ditangani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *