BOJONEGORO | Beritakilat.id – Kecelakaan lalu lintas tunggal kembali terjadi di jalur rawan Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro. Sebuah truk box dilaporkan terperosok ke saluran irigasi di ruas Jalan Raya Bojonegoro – Babat, tepatnya di wilayah Desa Balenrejo, Sabtu (17/1/2026) dini hari.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 02.00 WIB, saat kondisi jalan relatif sepi dengan jarak pandang terbatas. Truk box bernomor polisi B-9703-TEW yang dikemudikan Suprapto (49), warga Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, melaju dari arah barat menuju timur.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian, kendaraan besar tersebut awalnya berjalan normal. Namun, setibanya di titik irigasi Desa Balenrejo sekitar 100 meter di sebelah timur Mako Polsek Balen truk tiba-tiba kehilangan kendali. Akibatnya, kendaraan keluar jalur dan terperosok ke saluran irigasi di sisi utara jalan.
Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Sopir truk box selamat, meski kendaraan mengalami kerusakan dan sempat mengganggu arus lalu lintas di jalur utama penghubung Bojonegoro – Babat.
Kapolsek Balen, AKP Sri Windiarto, S.H. yang turun langsung ke lokasi kejadian, menegaskan bahwa titik tersebut memang kerap menjadi lokasi kecelakaan. Ia menyebut, penyempitan badan jalan tepat di area aliran irigasi menjadi faktor utama kendaraan, khususnya roda empat dan kendaraan besar, mudah keluar jalur.
“Di lokasi ini sering terjadi mobil atau kendaraan terperosok ke irigasi. Penyebabnya karena badan jalan menyempit tepat di atas aliran irigasi,” jelasnya. Kapolsek Windi menambahkan, pihak kepolisian bersama pemerintah desa setempat sebenarnya telah berulang kali menyampaikan kondisi tersebut kepada instansi terkait, baik Dinas Pengairan maupun Dinas Perhubungan.
“Harapannya, ada kejelasan kewenangan dan tindak lanjut nyata agar infrastruktur jalan segera dibenahi,” kata AKP Sri Windiarto. Tak hanya mengandalkan laporan, Polsek Balen bersama Pemerintah Desa Balenrejo juga telah melakukan langkah antisipatif secara swadaya.
Salah satunya dengan memasang ban bekas yang dicat warna kuning mencolok di sisi jalan yang menyempit, sebagai penanda visual bagi pengendara. “Sejak lama kami bersama pemdes sudah berinisiatif memasang ban bekas yang dicat kuning di titik rawan. Harapannya bisa mengurangi kecelakaan,” ungkap Kapolsek. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa langkah tersebut belum cukup efektif.
Kecelakaan serupa masih terus terjadi, terutama pada malam hari atau saat kondisi cuaca kurang mendukung. “Solusi jangka panjangnya memang harus pelebaran jalan. Itu yang paling ideal agar kejadian seperti ini tidak terus berulang,” tegasnya.
Mengakhiri keterangannya, Kapolsek Balen AKP Sri Windiarto menghimbau seluruh pengguna jalan agar lebih berhati-hati saat melintas di jalur tersebut, khususnya pada malam hari. Kondisi minim penerangan, penyempitan jalan, serta cuaca hujan dapat meningkatkan risiko kecelakaan. “Kami menghimbau pengendara untuk selalu waspada, apalagi malam hari saat jarak pandang terbatas, terlebih jika bersamaan dengan hujan,” pungkasnya.
