SPPG Bojonegoro Jadi Sorotan, Kapolres Tinjau dan Puji Perannya

Img 20250711 wa0064

BOJONEGORO – Ada yang berbeda pada Jumat pagi (11/7/2025) di Desa Sumodikaran, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro. Suasana di lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tampak ramai, lantaran Kapolres Bojonegoro, AKBP Afrian Satya Permadi, SH, SIK, MIK, hadir langsung meninjau pelaksanaan program pemenuhan gizi untuk anak-anak.

Kehadiran orang nomor satu di jajaran Polres Bojonegoro ini bukan sekedar kunjungan formal. Ia menunjukkan komitmen kuat Polri mendukung program nasional pemenuhan gizi anak, khususnya lewat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Bojonegoro.

Dalam kunjungannya, AKBP Afrian menekankan pentingnya sinergi lintas sektor agar program ini tidak hanya jadi formalitas belaka, tapi benar-benar menyentuh anak-anak yang membutuhkan.

“Kami ingin memastikan bahwa program ini efektif, menyasar anak-anak yang memang butuh perhatian lebih,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kapolres menjelaskan bahwa pendekatan langsung ke lapangan seperti ini sangat penting untuk mengukur keberhasilan program jangka panjang. Ia juga mengapresiasi peran SPPG yang bukan hanya menyediakan makanan sehat, tapi juga memastikan nutrisi seimbang sesuai kebutuhan tumbuh kembang anak.

Tak hanya fokus pada sisi kesehatan, SPPG juga berdampak langsung pada ekonomi lokal. Program ini memprioritaskan bahan baku dari petani lokal dan pelaku UMKM Bojonegoro. Hasilnya, perputaran ekonomi warga sekitar pun ikut terbantu.

“Kami ingin anak-anak sehat, tpi di sisi lain ekonomi warga juga bergerak. Ini baru program yang benar-benar bermanfaat,” ujar Kapolres.

Program MBG yang dijalankan melalui SPPG dinilai sebagai contoh konkret intervensi sosial yang tidak hanya menargetkan satu sektor, tapi juga mampu menggabungkan aspek kesehatan, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu paket program.

Langkah Kapolres Bojonegoro meninjau langsung program gizi anak bukan hanya simbolik. Ini bukti bahwa kepolisian juga hadir di tengah masyarakat untuk menjadi bagian dari solusi atas persoalan gizi dan kesejahteraan anak-anak Indonesia.

Program seperti MBG patut diperluas dan dijadikan contoh daerah lain, karena menyentuh dua titik penting: kesehatan generasi masa depan dan kekuatan ekonomi rakyat kecil. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *