7 Tahun Mengabdi, Imron Nasir Sebar Semangat Literasi Hingga ke Pelosok Bojonegoro

beritakilat151
WX0NqSCF35cfu24J

BOJONEGORO | beritakilat.id – Imron Nasir atau akrab disapa Impong adalah Relawan Literasi Masyarakat Relima Bojonegoro. Ia satu dari 180 Relima se-Indonesia yang ditunjuk Perpustakaan Nasional RI.

Selama lebih dari 7 tahun, Impong sukarela mengajak anak-anak di desa untuk dekat dengan buku. Baginya literasi bukan hal baru. Ia juga penulis puisi. Buku kumpulan puisinya berjudul “Ada Empat Kereta Api” terinspirasi dari status WhatsApp pribadinya.

“Tahun 2025 saya dikontrak 6 bulan dengan syarat aktif literasi minimal 5 tahun. Untuk 2026 ini durasi programnya 5 bulan,” katanya.

Momen paling berkesan baginya saat mendampingi anak-anak di Desa Beji, Kecamatan Kedewan dan Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu.

“Paling inspiratif itu saat di Beji dan Ngringinrejo. Antusiasme anak-anak luar biasa. Sayangnya akses buku masih terbatas,” ungkapnya.

Menurut Impong, tantangan terbesar gerakan literasi di pelosok adalah berkurangnya anggaran hibah buku dari pusat dari tahun ke tahun. Selain itu payung hukum untuk menguatkan gerakan ini juga perlu diperbarui.

Gerakan ini murni sukarela tanpa anggaran khusus. Karena itu ia berharap ada penguatan kolaborasi antar komunitas lokal.

“Pesan saya sederhana. Kita bekerja tanpa anggaran dan semua serba sukarela. Kekuatan kita ada di gotong royong dan kebersamaan,” ujarnya.

Relima sendiri adalah warga negara yang secara sukarela mendampingi pengelolaan dan pemanfaatan perpustakaan sebagai sarana pemberdayaan masyarakat. Melalui Relima, Impong berharap setiap desa di Bojonegoro, sampai pelosok, punya akses yang sama terhadap jendela dunia.

Penulis: HeryEditor: Sella