Pemkab Bojonegoro Luncurkan Gerakan ASN Peduli Pangan, Gunakan dan Promosikan Produk Pangan Lokal

beritakilat151
1000403135

BOJONEGORO | beritakilat.id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro meluncurkan Gerakan ASN Peduli Pangan. Gerakan ini bertujuan memperkuat kemandirian pangan dan meningkatkan serapan hasil pertanian lokal.

Sasarannya ASN, jajaran BUMD, dan masyarakat untuk aktif menggunakan serta mempromosikan produk pangan dari petani Bojonegoro.

Peluncuran ditandai dengan beras lokal merek Rajekwesi yang diproduksi Perumda Pangan Mandiri Bojonegoro. Ini menjadi langkah awal membangun ekosistem pangan daerah yang fokus pada kualitas, harga, pasar, dan kesejahteraan petani.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dalam sambutannya menegaskan pentingnya memanfaatkan potensi pangan daerah.

“Bojonegoro merupakan salah satu daerah penghasil produk pertanian terbesar kedua di Jawa Timur. Tetapi kita masih membeli produk dari luar daerah. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kita,” ujarnya.

Bupati menilai persoalan pangan tidak hanya soal produksi. Sistem logistik, penyimpanan, distribusi, hingga pemasaran harus terintegrasi agar produk petani punya pasar yang jelas.

Ia juga menekankan peran ASN dan masyarakat sebagai marketing produk lokal. Dengan jumlah ASN dan BUMD yang besar, gerakan ini bisa menjadi kekuatan promosi produk daerah.

“Marketingnya sudah banyak, instrumennya sudah tersedia. Tinggal bagaimana kita menjaga kualitas dan harga agar tetap kompetitif,” tegasnya.

Bupati mengajak seluruh jajaran memulai dari hal sederhana, yaitu mencoba dan membeli beras lokal. Untuk tahap awal ditargetkan setiap orang membeli minimal 15 kilogram beras dalam satu bulan.

“Semangatnya adalah menjaga kemandirian pangan. Kita mulai dari mencoba produknya. Kalau ada masukan soal rasa, silakan sampaikan. Kita evaluasi dan perbaiki bersama,” katanya.

Menurutnya kualitas dan harga menjadi kunci agar masyarakat percaya pada produk lokal. Produk daerah harus mampu bersaing dengan produk luar.

Direktur Perumda Pangan Mandiri Bojonegoro Khoirul Huda menjelaskan, kehadiran Perumda bertujuan menjaga stabilitas harga, menjamin ketersediaan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Saat ini Perumda juga menyiapkan beras merek Rojo Nogo dengan bahan baku 100 persen dari petani Bojonegoro. Produk ini ditargetkan beredar luas pada 2027 setelah perizinan selesai.

“Kami ingin memastikan beras yang diproduksi benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat. Setiap masukan akan kami jadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas,” ujarnya.

Ia menegaskan Perumda akan fokus pada beras premium sehingga tidak bersaing dengan UMKM. Harga jual juga akan mengikuti Harga Eceran Tertinggi dari pemerintah.

Melalui gerakan ini, Pemkab berharap tercipta rantai pangan yang kuat mulai dari petani, Perumda, ASN dan masyarakat sebagai konsumen sekaligus promotor.

“Harapan kami, melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, ASN, petani, dan masyarakat, ketahanan pangan Bojonegoro semakin kuat. Tujuannya memakmurkan petani dan mewujudkan Bojonegoro yang lebih sejahtera,” pungkasnya.

Penulis: HeryEditor: Sella